Lika-liku Perjalanan Hidup Abdullah

0
293
Foto Dr. Abdullah, M.Ag.

KERTASONLINE.COM – Menjadi penggembala sapi, penjual pelepah pinang sampai menjual makanan kuda merupakan hal yang biasa bagi Abdullah. Hal itu dilakukannya demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dosen kelahiran Boro, 31 Desember 1972 yang kerab disapa Dul tersebut, mempunyai Prestasi di bidang akademik yang sangat baik, ia mendapat Juara 1 mulai dari kelas 1 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada tahun 1994 Dul mulai berkuliah di UIN Alauddin dengan mengambil jurusan Aqidah dan Filsafat di Fakultas Ushuluddin.

Sembari kuliah, Abdullah juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga di 3 rumah yang berbeda sekaligus, dan terkadang dirinya harus tinggal di rumah majikannya. Tidak hanya itu, dia juga pernah tinggal di mesjid selama 9 tahun karena kost yang ditempatinya terbakar dan menghanguskan seluruh dokumen penting miliknya.

“Saya pernah mengalami hidup yang penuh liku-liku, masalah datang bertubi-tubi bagi saya, belum lagi ibu saya yang sering sakit-sakitan di kampung membuat beban pikiran saya semakin bertambah, apalagi kalau dilihat dari status sosial saya dulu, saya berasal dari keluarga yang terbelakang, bapak saya hanya seorang pemburu rusa yang mengandalkan anjing peliharaannya, sedangkan ibu saya hanya menjual umbi-umbian”, kenang abdullah.

Keinginan Dul untuk dapat terus melanjutkan kuliahnya sangatlah gigih, karena tidak ingin memberatkan sampai menggantungkan hidupnya pada orang lain. Dengan tekad kuat, ia rela bekerja apapun asalkan itu halal.

Setelah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) dan lulus sebagai Alumni terbaik Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin, Dul bersikeras untuk melanjutkan studinya ke Strata 2 (S2), sembari melanjutkan S2, Dul juga bekerja sebagai  Asisten Dosen di kampus tempat ia kuliah. Selang beberapa tahun ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Strata 3 (S3).

Kerja keras Dul akhirnya berbuah manis, saat ini kehidupannya berubah tiga ratus enam puluh derajat, itu bermula setelah namanya dikenal oleh orang-orang dan dipercayai menjadi penceramah di mana-mana, menjadi juru damai tingkat Asia di Korea Selatan, serta telah melakukan kunjungan kerja di luar negeri.

“Saya bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan pada saya, apalagi sampai detik ini saya masih dipercayakan sebagai Dosen tetap di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang jelas intinya jangan berhenti berproses dan tetaplah bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME), karna rejeki, hidup, mati dan jodoh ada di tangan-Nya”, tutup Abdullah. (asw)

Editor : Heldayanti

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here