Soal Kurikulum Baru, Begini Kata Dr I
Soal Kurikulum Baru, Begini Kata Dr I

By KertasOnline 06 Okt 2021, 12:07:18 WIB Kampus
Soal Kurikulum Baru, Begini Kata Dr I

Keterangan Gambar : Gedung Universitas Fajar


KERTASONLINE.COM -- Penerapan kurikulum baru tahun ajaran baru 2021 di Universitas Fajar (Unifa) dilakukan secara mendadak, Hal ini mengakibatkan banyak mahasiswa kebingungan dalam memahami bagaimana penerapan kurikulum baru tersebut. 


Perubahan kurikulum yang dilakukan pada masing-masing prodi, yang kemudian menyusun sebuah kurikulum berdasarkan kompetensi dan profil yang ingin dicapai kedepan, sehingga perlu adanya penyesuaian yang menjadi salah satu faktor utama kurikulum baru diberlakukan. 

Baca Lainnya :


Deputi Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama, Nurkhaerat Nur, menerangkan, era perkembangan saat ini sudah memasuki 4.0 bahkan sudah hampir ke era 5.0 sehingga apabila tetap bertahan pada kurikulum lama, konsekuensinya akan ketinggalan dan sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan akan sulit bersaing. 


"Bayangkan di era sekarang itu banyak ya, pekerjaan yang hilang dan banyak juga pekerjaan yang akan muncul, yang baru. Jangan sampai perguruan tingginya lari ke kiri, dunia industri atau dunia kerja lari ke kanan. Nah, ini yang coba direlevansikan," terangnya 


Lebih lanjut, ia juga mengatakan, perubahan kurikulum tidak berlaku pada mahasiswa yang memiliki Satuan Kredit Semester (SKS) di atas angka 110, dan hanya berlaku di bawah angka tersebut, sehingga tidak seluruh mahasiswa terkena perubahan kurikulum. 


"Jadi tidak melihat angkatan ya, tapi melihat dari nilai SKS," lanjutnya. 


Disisi lain, terkhusus Prodi Teknik Elektro tidak mengalami perubahan kurikulum, kecuali pada angkatan baru tahun ini. Namun bukan berarti angkatan lama tidak dapat menyesuaikan dengan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 


Tak hanya itu, ia juga menjelaskan, Unifa sudah melakukan proses selama rentang beberapa bulan. Seharusnya, Unifa sudah menyesuaikan kurikulum baru sejak 1 atau 2 tahun yang lalu, ketika sudah ada program yang dikeluarkan oleh Dikti. Namun Unifa menunggu ketentuan dan bagaimana model MBKM terlebih dulu, sebelum merangkumkan proses pembuatan kurikulum. 


"Prosesnya itu tidak segampang yang kita ketahui, ya, pasti akan ada konsekuensi, ada dampak,  karena masuk dalam proses tahap transisi," jelasnya.(*)










Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment