Resensi : Quantum Writing

0
809

Halo Sobat Kertas, untuk resensi buku kali ini kita akan melanjutkan resensi buku Quantum. Kalau kemari kita sudah membahas tentang Quantum Reading, nah kali ini kita akan lanjutkan dengan buku Quantum Writing. So, Lets See!

Judul               : Quantum Writing: cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi menulis

Editor              : Hernowo

Tebal Buku      : 244

Penerbit           : Kaifa

Tahun              : 2015 (Edisi Baru)

Sajian pertama dalam buku ini diawali dengan ungkapan Hernowo, bahwa “pembangkitan potensi menulis didekati lewat sisi yang tidak lazim, pendekatan kebahasaan-ini bukan lantaran soal bahasa lalu tidak penting-dicoba “dipinggirkan” lebih dahulu. Menulis dapat dilakukan siapa saja tanpa kemudian harus terjebak lebih dahulu dengan persoalan, misalnya, penyusunan kata yang baik dan benar. Menulis dapat dilakukan dengan sangat bebas. Hal ini dimaksudkan agar ketika mengawali menuliskan sesuatu, si penulis dapat benar-benar mengeluarkan seluruh totalitas dirinya di atas kertas.” sama halnya dengan buku Quantum reading.

Buku ini disusun menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi konsep-konsep yang diharapkan dapat memberikan kebaharuan. Ditujukan untuk memperkaya mental, terutama bagi para penulis yang baru ingin memasuki dunia tulis-menulis. Agar siap dan berani menulis. Bagian kedua berisi tentang teknik-teknik menulis yang dapat langsung dicoba.

Bagian pertama terdiri dari tiga bab. Pertama, pembebasan dan pemanfaatan menulis. Kedua, manfaat menulis untuk diri sendiri. Dan ketiga tentang manfaat membaca yang dikaitkan dengan menulis. Sehingga muncul motivasi yang positif dan kuat untuk menulis. Salah satu manfaat menulis dari Fatima Mernissi (Aktivis Feminis dan Penulis Buku) adalah, “Usahakan menulis setiap hari. Niscaya, kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa!”

Lain halnya pada bagian kedua, berisi empat bab didalamnya membahas mengenai teknik-teknik yang ditawarkan dalam menulis. Pertama, teknik menulis yang didasarkan pada proses pembebasan dalam mengalirkan apa saja yang ingin ditulis. Kedua, teknik menulis dengan menggunakan music. Ketiga, Teknik Menulis Sinergis Gaya Quantum Leraning, sampai Teknik Menulis Super Gaya Accelerated Learning.

Buku terbitan Kaifa ini sekilas memiliki komposisi yang sama dengan Quantum Learning. Dalam hal pemberian motivasi, ilustrasi gambar, pemilihan diksi, lay-out kertas, dan ukuran font huruf pada kalimat “penting”. Mungkin, Hernowo merujuk pada buku karya Bobbi DePorter tersebut.

Kelebihannya, buku ini dikemas dengan bahasa yang komunikatif sehingga lebih mudah dipahami. Dilengkapi dengan kata-kata penggugah dari berbagai penulis fenomenal. Serta perpaduan ilustrasi gambar dan pemilihan diksi yang pas, dapat memberikan poin lebih pada buku ini. Dan dilengkapi dengan apendiks untuk menggambarkan jenis-jenis tulisan apa saja yang dapat ditulis. Kekurangannya, terdapat beberapa kalimat yang tidak efektif yang terkesan membingungkan karena kalimat yang panjang.

Secara keselurahan, buku yang berjudul Quantum Writing ini sangat bagus dan bermanfaat, baik untuk seseorang yang baru ingin memulai kegiatan tulis menulis maupun yang sudah banyak menghasilkan karya tulisannya.

(Dikutip dan diselaraskan dari http://yna-spica.blogspot.co.id)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here