Resensi : Quantum Learning

0
687

Halo, Sobat Kertas kembali kita akan resensi buku dari edisi Quantum Learning. Sebelumnya kita sudah melihat resensi dari buku Quantum Reading dan Writing, nah kali ini simak ya resensi Quantum Learning. So, Lets See!

Nama Buku                 : Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan

Tema                           : Inspirasi / Pengembangan Diri

ISBN                           : 9789791284387

Penulis                         : Bobbi DePorter & Mike Hernacki

Penerbit                       : Kaifa

Tahun Terbit                :  2015 (Edisi Baru)

Jenis Cover                  : Soft Cover

Jumlah Halaman          : xxii + 359 Halaman

Buku ini telah di terjemahkan ke dalam berbagai bahasa di banyak Negara sejak pertama kali diterbitkan oleh Dell Publishing pada tahun 1992. Di Indonesia, buku ini pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Kaifa pada Februari 1999 dengan judul “Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan”. Buku ini masih terus digemari, pada tahun 2010 telah dicetak ulang sebanyak 25 kali. Bahkan hingga saat ini (2016),  buku tersebut masih dapat di jumpai dengan mudah di toko-toko buku – apalagi bajakannya. Jika membandingkan versi bahasa Indonesia dengan versi aslinya, akan nampak jelas penerjemahnya,  Alwiyah Abdurrahman,  sangat pandai mengemas buku ini ke dalam bahasa Indonesia. Beberapa istilah teknis dan analogi yang digunakan berhasil diadaptasikan ke dalam kultur budaya Indonesia. Menarik!

Gagasan-gagasan yang dituliskan DePotter bersama Mike Hernicke merupakan hasil perjalanan panjangnya mengajarkan ketrampilan-ketrampilan belajar di Burklyn Business School yang didirikan tahun 1970an. Keberhasilan ini kemudian mendorongnya untuk mengembangkan sebuah program untuk remaja. Bersama Eric Jensen dan Greg Simpson, DePotter menyelenggarakan SuperCamp di tahun 1982. Program yang diselenggarakan sepuluh hari ini berhasil mengombinasikan penumbuhan rasa percaya diri, ketrampilan belajar dan kemampuan berkomunikasi. Tahun-tahun berikutnya tak hanya di Amerika, bahkan program ini diselenggarakan hingga Moskow dan Singapura. Prinsip dan ketrampilan belajar yang melandasi SuperCamp inilah yang dituliskannya dalam “Quantum Learning”.

Di sepanjang tulisannya, DePotter mengaitkan strategi yang ia tawarkan dengan penemuan-penemuan tentang otak serta modalitas (gaya belajar) sehingga pembaca tidak sekedar tahu langkah praktisnya namun juga memahami alasan yang melandasinya. Penjelasan tentang otak dibahas secara komprehensif pada bab dua. Disana, DePotter mendiskusikan tentang dualisme otak – kanan dan kiri – dan  otak “3 in 1” – neokorteks, sistem limbik dan otak reptil. Lebih dari itu, pembahasan tentang otakpun dilanjutkan hingga pada hipotesa tentang bagaimana informasi diproses dan disusun di dalam otak setelah melewati pintu modalitas. Pada bab enam, DePotter mengajak pembacanya untuk mengenali dan menyadari kecenderungan modalitas yang dimiliki. Modalitas merupakan pintu masuk informasi: Visual, Audio dan Kinestetik. Dominasi otak dan modalitas merupakan dua hal penting yang perlu kita ketahui untuk memilih strategi belajar tertentu. Informasi-informasi ini tak hanya penting bagi pembelajar tapi juga para pengajar yang tengah berusaha melatihkan siswanya untuk menjadi pembelajar yang kritis, kreatif dan mandiri.

Secara keseluruhan buku ini memang mengagumkan karena syarat akan materi yang bermanfaat bagi pembacanya, namun dari semua itu ada yang hal yang membuat buku ini menjadi kurang. Yaitu mengenai paragraf- paragraf pembuka sebuah bab yang saya rasa sangat panjang lebar akan tetapi kurang begitu bermanfaat karena terlalu sulit dicerna untuk masyarakat awam. Selain itu dalam buku ini terlalu banyak ilustrasi atau gambar meskipun hal tersebut merupakan sesuatu yang menarik bagi orang yang tidak terlalu suka untuk membaca.

(Dikutip dan diselaraskan dari guroe.blogspot.com)

Penulis : Ikhlasul Amal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here