Mahasiswa Prodi Komunikasi Berkarya Melalui Film

0
432

Film pendek ialah salah satu bentuk film paling simple dan paling kompleks. Di awal perkembangannya film pendek sempat dipopulerkan oleh comedian Charlie Chaplin. Secara teknis film pendek merupakan film yang memiliki durasi dibawah 50 menit. Mengenai cara bertuturnya, film pendek memberikan kebebasan bagi para pembuat dan pemirsanya, sehingga bentuknya menjadi sangat bervariasi. Film pendek dapat saja hanya berdurasi 60 detik, yang penting ide dan pemanfaatan media komunikasinya dapat berlangsung efektif. Yang menjadi menarik justru ketika variasi-variasi tersebut menciptakan cara pandang-cara pandang baru tentang bentuk film secara umum, dan kemudian berhasil memberikan banyak sekali kontribusi bagi perkembangan sinema (sumber dari Wikipedia.org).

11295683_911327198890783_7915145590650910276_n

Film pendek kinau adalah hasil adaptasi novel dari karya seorang budayawan yakni Asdar Muis RMS yang berjudul Eksekusi Menjelang Subuh. Film ini dibuat karena tugas semester salah satu mata kuliah ilmu komunikasi Universitas Fajar yang dikerjakan oleh mahasiswa broadcasting angkatan 2013.

11295628_911326982224138_2791425716956874383_n

Sutradara, Kurniawan Dwi Putra mengatakan memilih adaptasi novel ini untuk menjadikan karya film pendek karena di novel ini menunjukkan asli khas dari pulau Ternate dan Kota Makassar. Sekaligus megenang salah satu dosen di Unifa.

‘’Kami membuat film ini karena ingin mengasah bakat di dunia broadcaster. Selain itu dalam cerita film ini menunjukkan khas dua daerah yang berbeda di Indonesia. Proyek film ini memilih tiga tempat yakni di tempat pembudidayaan Rumput laut Dusun Kuri Cadi Kecamatan Manisu, kabupaten Maros, Benteng Rotterdam dan pelabuhan paotere Makassar,’’ ujarnya.

Dalam novel Eksekusi Menjelang Subuh ini menceritakan Kinau adalah anak asli dari pulau ternate yang merantau ke Kota Makassar karena di kampung anak tersebut , orang tuanya tidak merestui hubungan Kinau dengan Maemunnah.

Penulis Skenario, Elisabet Irsan mengungkapkan dalam penulisan skrip ini tidak selengkap dengan yang ada di novel.

“Kita tidak mengambil semua cerita yang ada di novel karena ini hanya sebatas film pendek saja. Namun, dalam penulisan scenario nya juga sudah di mudahkan karena novelnya sudah sangat lengkap,” tuturnya

Disisi lain, Executive Produser, Putri Amaliah Amanda mengatakan dalam film ini membutuhkan dana yang sangat maksimal dalam kalangan mahasiswa karena alat-alat produksinya sangat susah di dapat.

Tugas atau proyek film ini di berikan langsung oleh dosen ilmu Komunikasi, konsentrasi Broadcasting unifa. Mata kuliah feature and documenter yakni Jupriadi Asmaradhana, S.sos.

Film-pendek-Kinau

Sudah banyak sekali filmmaker di Indonesia yang menunjukkan keahliannya dalam membuat film pendek. Saat proses membuat film pendek, tidak sembarangan  kita membuatnya. Untuk menjadi seorang filmmaker handal dan professional, kita sudah harus mulai belajar membuat film layaknya seperti membuat film layar lebar.

Dalam membuat film pendek tidaklah sulit dan mahal. Membuat film pendek yang sederhana hanya membutuhkan biaya kaset dan biaya riset. Namun hal yang paling kuat sebelum membuat film pendek harus mempunyai ide cerita yang nanti bisa berkembang dan berkenlanjutan.

Tahapan-tahapan pembuatan film pendek:

  1. Pra produksi
    Ini merupakan tahapan paling esensial dalam pembuatan film. Pada tahap ini blue print film dibuat. Naskah ditulis dengan telebih dahulu membuat treatment. Dalam treatment, penulis naskah sudah menjelaskan alur cerita dari scene satu sampai scene akhir. Scene merupakan gabungan shot di waktu dan tempat yang sama. Jika treatment sudah selesai, berikutnya penulis akan menuliskan naskah lengkap.
  1. Artistic
    Elemen film yang nantinya akan berkaitan dengan aspek yang terlihat di film itu sendiri, diskusikan ini dengan penata artistic dan sutradara. Lokasi seperti apa yang diinginkan, property serta wardrobe apa yang dibutuhkan. Dengan demikian bagian artistic juga mesti membuat breakdown untuk kepentingan artistic film pendek tersebut.
  1. Equipment
    Perlatan shooting saat ini sudah canggih. Beraneka ragam alat perekam digital sudah banyak. Jadi, banyak pilihan untuk para filmmaker pendek untuk menentukan peralatan apa yang diperlukan. Tak hanya video camera bahkan saat ini akmera DSLR yang sebetulnya diperuntukan sebagai alat meotret gambar still bisa digunakan untuk pengambilan gambar bergerak atau shooting.
  1. Casting Pemain
    Ketika naskah selesai proses pemilihan pemain atau casting sudah bisa dilakukan, bahkan ketika naskah masih berupa draft sebetulnya proses ini bisa dkerjakan pararel dengan tahan pra produksi lainnya. Ada banyak cara casting, yang paling umum carilah pemain film berdasarkan kemampuan aktingnya.
  1. Reading
    Setelah pemain kita dapatkan sesuai dengan yang kita inginkan, buatlah kesepakan dengan pemain tentang jadwal reading hingga shooting. Pemain yang terpilih kita berikan naskah, biarkan mereka membaca naskah tersebut untuk mendalami peran yang akan dia mainkan nantinya.
  1. Rehearsal
    Rehearsal atau latihan bisa dilakukan jauh sebelum shooting, namun metode ini tidak disukai oleh sutradara. Intinya, dalam rehearsal ini pemain sudah memahami blocking dan pengadegan di semua scene yan akan dia mainkan. Beberapa sutradara tidak melakukan rehearsal, dia “cukup” memberikan briefing di lokasi shooting.
  1. Shooting
    Di lokasi shooting sutradara adalah komandan di lapangan perang. Ia bertanggung jawab penuh terhadap apa yang akan dilakukan di lokasi shooting. Naskah dan diretor’s treatment sebagai panduan untuk melakukan pengambilan gambar. Shooting dilakukan berdasar breakdown yang sudah dibuat sebelumnya.
  1. Editing
    Hasil shooting bisa jadi merupakan ratusan atau ribuan shot. Shot-shot yang “berserakan” disusun oleh editor, dipilih, dipotong, disambung, dan digabungkan menjadi satu kesatuan cerita utuh. Yang pertama kali dilakukan editor setelah menerima material shot, ia mesti melakukan preview. Editor melihat keseluruha hasil shooting. Dengan demikian, editor sudah memiliki bayangan bagaimana shot-shot itu nantinya akan dirangkai.
  1. Publikasi
    Film pendek yang sudah dibuat, tentu saja tidak hanya dipertontonkan untuk kalangan sebatas kawan-kawan saja. Agar bisa diapresiasi kalangan luas maka film tersebut bisa dipublikasikan. Ada beberapa bioskop yang bisa menayangkan film pendek, biasanya akan dikompilasi dengan film pendek karya film maker pendek lainnya.

Dalam film kinau ini ada berbagai cerita kehidupan seperti percintaan, dan kekeluargaan, “yang mungkin kita sampaikan dari film tersebut kepada Generasi muda. Jangan cepat mengambil keputusan karena emosi dalam berbagai hal karena itu akan menentukan bagaimana kita untuk kedepannya”, Ujar Dasril Jalil, Line Producer Film tersebut.

Dasril jalil juga menambahkan, “Semoga yang menonton film dari kami, bisa mendapat respon yang baik serta pelajaran positif, meskipun kami baru pemula dalam memproduksi karya film, dan inilah film pertama yang kami produksi. Semoga pesan-pesan dari film tersebut bisa bermanfaat dalam kehidupan kita dalam mencari jati diri,” Jelasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here