Peringati Aksi Reformasi Dikorupsi dan Hari Tani Nasional, Aliansi Perti Fajar Turun ke Jalan

By KertasOnline 25 Sep 2021, 19:22:47 WIB Kampus
Peringati Aksi Reformasi Dikorupsi dan Hari Tani Nasional, Aliansi Perti Fajar Turun ke Jalan

Keterangan Gambar : Aksi peringatan dua tahun reformasi dikoprupsi dan hari tani nasional


KERTASONLINE.COM---Terik matahari dan padatnya lalu lintas tak menyurutkan semangat peserta aksi demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa Perguruan Tinggi (Perti) Fajar dalam rangka memperingati dua tahun Aksi Reformasi Dikorupsi dan Hari Tani Nasional di depan Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Senin, 24 September.


Aksi yang berlangsung selama dua jam tersebut, melayangkan beberapa tuntutan, yakni :

Baca Lainnya :


  1. Tuntaskan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu. 

  2. Stop represifitas aparat kapada massa aksi. 

  3. Distribusikan pupuk, bibit dan alat pertanian sesuai dengan kebutuhan petani. 

  4. Kembalikan Undang-undang No 18. tahun 2012 tentang impor pangan. 

  5. Transparansi Anggaran Lembaga Kemahasiswaan. 

  6. Transparansi Anggaran KKN Angkatan 2017-2018.



Selaku Jendral Lapangan (Jendlap), Abang Akbar mengungkapkan jika terdapat banyak permasalahan seperti sistem kebijakan pihak kampus yang dianggap tidak berpihak kepada mahasiswa, diantaranya adalah transparansi anggaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan anggaran lembaga kemahasiswaan kampus.



“Pada aksi kali ini kami menuntut kebijakan pihak birokrasi kampus yang menurut kami itu tidak pro terhadap mahasiswa, yang pertama mengenai anggaran KKN, dan yang kedua itu anggaran lembaga kemahasiswaan. Sebenarnya, masih banyak permasalah yang terjadi di lingkup Yayasan Perguruan Tinggi Fajar, tapi masih dalam proses mengumpulkan data,” ungkapnya.



Ia juga menambahkan bahwa akan dilakukan konsolidasi dan aksi susulan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, tepatnya tanggal 28 Oktober mendatang. 



“Kami juga akan menggelar aksi susulan pada tgl 28 Oktober, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ketika tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami akan kembali menggelar konsolidasi,” ujarnya.


Ia juga sempat menyinggung represifitas aparat pada massa aksi “Reformasi Dikorupsi“ yang terjadi 2 tahun silam, yang hingga kini belum menemukan kejelasan hukum.


“Sebenarnya aksi ini adalah untuk memelihara ingat kita atas kejadian dua tahun silam, dimana terjadinya tindakan represif aparat terhadap demonstran dan hingga kini belum memenuhi kejelasan hukum.”


Tambahnya lagi, ia dan massa aksi mendesak  pemerintah merealisasikan distribusi kebutuhan petani secara objektif dan merata serta mengecam oknum penimbun pupuk.


“Selain itu, saya selaku Jendlap beserta kawan massa aksi menuntut pemerintah agar kiranya pendistribusian kebutuhan petani dapat terealisasikan secara objektif dan merata. Serta mengecam oknum-oknum yang menimbun kebutuhan petani seperti pupuk, untuk memperkaya diri.”


Aksi demonstrasi tersebut berakhir pada  pukul 16.45 WITA, dan berakhir secara damai.(*)











Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment