Sumber Foto: freepik.com

SYA’IR TANPA RUH

Heddy WSalam

 

  1. DISEPERTIGA MALAM

Bulan tersipu menyabit turut menari dalam figura awan

Langit bersemu membiru

Membuatku rindu, tersimpuh

Aku tak berani menterjemahkannya

Hanya ada pasti dalam harapan di hamparan sajadah

Bahwa Engkau ada di setiap ruang waktu

Menggenggam tangan-tangan ku yang lemah

Agar terus terkepal yakin

Membesikan kaki-kaki tubuhku

Agar selalu kuat berjalan dan berlari

Mendegupkan jantungku seperti tangga nada

Agar berirama dalam lagu-lagu kehidupan

Sambutlah Fajar dengan kesejukan

Sembari menanti MatahariNYA

………………………………..

 

Cimahi 0330, 101220.

 

 

  1. SELALU ADA CAHAYA

Dilabirin panjang tanpa tepi cakrawala

Aku tersesat dalam keniscayaan kebenaran dan kebohongan

Munafik

Tertatih-tatih tiada tempat untuk berpegang

Jalan dipenuhi lubang nan dalam

Gelap

 

Tetapi aku tetap bangkit

Tetap kucari yang Hak

Jika merasa benar, jangan terlalu berani

Sebab itu bukan milikmu

Jikapun merasa salah, jangan terlampau takut

Karena itu cuma butuh perbaikan

Catatlah,

Sekalipun kegelapan menyelimuti

Bulan dan bintang menyinari dari Langit

Di bumi, kunang-kunang selalu ada menari.

 

Cimahi, Okt 2019

 

 

 

  1. HUTAN

Disatu sudut kecil bumi-NYA

Dihamparan bukit dan gunung dengan jalan setapak

Angin sepoi semilir menyisir wajahku

Aku sumringah

 

Kupandang menyusuri lurus kiri dan kanan

Disalami tetumbuhan bunga tak bernama

Hingga bertemu langit

Terbentang dalam keindahan senja itu

Sungguh,

Berharap tetaplah seperti ini

Di awal,

Di akhir,

Jauh dari kerusakan oleh kucing kurap

Yang dengan berbagai alibi dan axioma pembenaran

Membuat perubahan, pemuas sifat hedonis manusia

 

Sungguh,

Tetaplah seperti ini

Di awal

Dan di akhir.

 

Kalibiru, Kulon Progo – 2016

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here