Mendengarkan Ben Abraham – She

0
188
Ilustrasi

Ben Abraham di peranti musikku memutar She sepanjang malam. Aku suka lagunya. Aku hapal liriknya dan aku teringat seorang perempuan. She is a mystery, my heart’s wounded history. And she is the hardest goodbye. Aku lupa huruf depan namanya tetapi seolah-olah merasa sangat mengenal dia. Aku mengingat pernah melambaikan tangan lalu dia pergi. Mungkin mengira menyuruhnya pergi padahal aku memanggilnya mendekat. Aku lupa huruf depan namanya maka aku hanya menyebutnya; sing. Aku ingat dia suka bernyanyi, aku pun. Kita tidak senang berdebat untuk hal-hal yang kami sukai.

Ben Abraham di peranti musikku memutar She sepanjang malam. Aku suka lagunya. Aku hapal liriknya dan aku teringat seorang perempuan.  She is a lesson that I learned the hard way. She’s a long distance call. She is a casualty of my uncertainty. Kau benar, Ben! Segala tentangnya tulisan-tulisan pirau. Tapi kadang kala ketika sedang senang sendiri dan angin berembus pelan dari selatan, suaranya parau masih saru memanggil-manggil dari jauh. She’s an obsession and she’s an addiction. That I thought I had beat. Sing, kau yang huruf depan namamu kulupakan, kaukah itu?

Ben Abraham di peranti musikku memutar She sepanjang malam. Aku suka lagunya. Aku hapal liriknya dan aku teringat seorang perempuan.  She is my skin holding my blood in. And covering my bones. Aku masih sering terbangun di tengah dingin malam. Menggigil. Menggigil. Dia kubayangkan memberi tangan. Meredakan nyeri di dada dan kelam mimpi tak berkesudahan. Kulit yang kumiliki ini dicipta dari kulit yang sama yang dia punya. Tulang yang menopang rangka badanku ini tulang yang sama dengan dia punya. Sing, kau adalah aku dan aku adalah kau. Jangan kau ragu.

Ben Abraham di peranti musikku memutar She sepanjang malam. Aku suka lagunya. Aku hapal liriknya dan aku teringat seorang perempuan.  She is a lifetime of strangers and friends. I know someday she’ll stay by my side. Aku sedang menuju ke sebuah kota yang jauh berkat petunjuk mimpi. Tapi aku sangat yakin dia tak pernah pergi. Dia tahu betul dia adalah aku dan akulah dia. Lagu ini masih berulang-ulang kudengarkan hingga aku melewati sebuah papan nama kota yang kutuju. Kota ini punya aromanya. Kota ini membuatku ingat huruf depan namanya. Kota ini membuatku ingat dua suku kata namanya; Yang Asing.

 

Makassar, 28 November 2017

Penulis : Rie

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here