Cinta Dalam Diam

0
575
Ilustrasi. (Sumber Foto : google.com)

Setelah  4 tahun lamanya berlalu begitu saja, dan pada saat itu mungkin kamu tahu saya mencintaimu.

Sempat kamu tahu saat itu saya sedang jatuh cinta kepadamu, tapi kamu mengabaikannya karena mungkin, pada saat itu kita masih sekolah dan kamu menganggapnya itu cinta monyet! Tapi, mencintaimu dalam diam itu sungguh tidak adil bagi saya.

Saya harus terus mencari kabarmu, memulai pembahasan yang mungkin tidak penting bagimu.

Waktu terus berjalan, kamu pun memilih dia untuk menemani hari-harimu. Kau tahu pada saat itu ? Seperti malam tanpa bulan.

Yah,  saya pun berpikir, saya tidak bisa dan tidak boleh seperti ini. Hidup harus terus berjalan. Saya menyibukkan diri, bercerita, dan berbagi dengan teman-teman.  Saya harus urus sekolah dan itu membuat diri ini, sedikit tidak memikirkanmu.

Sempat saya menjauh dan memutuskan tidak menganggumu – dan ketika saya tahu kamu sudah memiliki kekasih, kau telah jadi orang lain bagi saya. Setelah berapa tahun saya menganggapmu seperti orang asing, ternyata saya bisa berdamai dengan perasaan ini dan memilih untuk kembali menemuimu dan mulai berteman lagi denganmu.

Seiring berjalannya waktu, saya pikir rasa ini tak ada lagi bagimu.

Saya tidak mau denganmu lagi, dan saya sudah mengabaikan perasaan itu. Tapi ternyata ? Saya salah.

Kita kembali dipertemukan oleh waktu, kita bisa bercanda bersama, menertawai orang yang tidak punya salah, menikmati segelas minuman di pinggir jalan, bahkan yang lebih parahnya kita jalan-jalan bersama.

Sungguh ini membuat resah, saya takut jika saya terjebak pada perasaan saya sendiri seperti dulu lagi.

Tapi apa yang terjadi sekarang ? Saya kembali dihadapkan dengan masalah yang sama.  Yah, hidup ini memang seperti teka-teki kita tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.

Entah kenapa disaat kita sedang bersama, teman-temanmu tidak sengaja membahas tentang dia dan rasa cemburu itu ada. Yah,  saya pun tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Mungkin karena pada saat itu kita sedang bersama dan pada saat itu saya sudah terjebak dalam perasaan ini. Sempat waktu kita bersama, kamu sedikit menyinggung tentang wanita yang saya tidak ketahui, mau cemburu pun saya tidak berhak. Saya mengetahui kabar lagi dari temanmu bahwa kamu sedang berusaha dekat dengan wanita lain. Saya kembali diam.

Kamu tahu ? Saya pun tidak tahu dan tidak mengerti kenapa saya bisa terjebak dalam situasi seperti ini, kenapa bisa muncul kembali perasaan yang sudah lama membeku.

Saya harus keluar dari zona ini, saya takut perasaan ini semakin susah diatur.

Ini memang salah saya, karena mempunyai perasaan kepadamu, sedangkan kamu, Cuma menganggap kita sebatas teman. Adakah kamu bisa pahami ? Saya pun tidak bisa pungkiri kenapa perasaan ini bisa muncul kembali setelah berapa tahun lamanya saya mengabaikannya. Mungkin saya harus kembali di mana saya harus menjauhimu dan mengabaikanmu.

Dalam masalah seperti ini saya kembali menjadi pecundang, tidak bertanggung jawab kepada perasaan saya sendiri. Tapi saya harus bagaimana? Tetap menjadi saya yang terjebak cinta dalam diam atau menjadi pecundang untuk kedua kalinya. Atau mungkin saya harus tetap mencintaimu setiap malamnya sehingga saat kamu terbangun, kau mengetahui ada perempuan yang mencintaimu diam-diam. Sungguh kondisi ini sangat sulit untuk saya terlebih lagi jika saya harus kelihatan baik-baik saja jika bersama dia.

Ingin rasanya saya menjelaskan perihal ini kepadamu, tapi lebih besar rasa takut saya dibandingkan perasaan saya terhadapmu. Saya takut setelah saya jelaskan semuanya kita menjadi seorang yang asing kembali, biarkan saja saya seperti ini. Setelah kamu memiliki kekasih baru pasti saya akan tersadar lagi bahwa cinta tidak harus memiliki. Perihal saya mencintaimu biarlah menjadi gejolak perasaan sendiri. Biarlah menjadi cerita baru yang akan kembali membeku.

 

Penulis : Yuyun Yulianti

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here