Apakah Aku Introver?

0
62
Ilustrasi

Sekitar pukul 12 tengah malam, di dalam sebuah minibus aku melihat seorang perempuan duduk di samping lelaki paruh baya. Mereka terlihat akrab karena sudah sedari tadi memulai percakapan sampai membahas hal-hal yang menciptakan gelak tawa di raut wajah satu sama lain. Kudengar mereka hendak bepergian ke kampung kelahiran masing-masing jelang liburan akhir tahun. Pun denganku, memilih pulang dan menjauh pada hiruk pikuk kota besar.

Aku melihat ke arah depan kaca mobil, sepanjang jalan mulai terlihat sepi, tak terdengar suara bising, tak terlihat kendaraan yang lalu-lalang. Kemudian suasana berubah menjadi begitu tenang. Aku mengambil sepasang earphone di dalam tas. Kupakai untuk mendengar puluhan lagu selama perjalanan. Kira-kira selama kurang lebih dari 5 jam minibus ini akan sampai ke tujuanku. Setelah satu-dua lagu berlalu, aku mengingat sebuah buku tentang introver yang sudah kubeli di toko buku dekat kampus. Kepalaku mencoba mengaitkan tulisan di dalam buku itu dengan kenyataan yang sering kualami. Tentang ketidaknyamanan saat berada di kerumunan orang-orang, tentang kecemasan yang seringkali berlebihan, tentang kesibukan pikiran, dan tentang pertemanan menjadi seorang introver.

Bersifat memendam rasa dan pikiran sendiri lalu tidak mengungkapkannya kepada orang lain.”

Gumamku dalam hati. Begitulah arti introver dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan kata lain, introver itu watak atau ciri khas seseorang. Menurutku, intover lekat dengan keheningan dan kesendirian. Hampir setiap malam aku dihujani pertanyaan seperti ini,

“Aku ini introver atau ekstrover? Kalau bukan keduanya, lalu aku ini apa dan bagaimana?”

Para ahli membagi sifat manusia menjadi tiga bagian, yaitu introver, ekstrover, dan ambiver. Ekstrover sering dipahami sebagai pribadi yang sosial dan menyukai suasana orang banyak. Berbanding terbalik dengan introver. Sedangkan ambiver berada di antara introver dan ekstrover.

Lalu mengira aku ini adalah seorang ekstrover. Ya, karena merasa bisa menerima keadaan banyak orang. Tetapi aku mulai menyadari bahwa aku sepenuhnya tidak seperti itu. Ada waktu di mana aku benar-benar perlu menikmati kesendirian, asik dengan isi kepala sendiri, tidak ingin bertemu banyak orang, tidak ingin bicara dan menjawab pertanyaan apa pun. Aku sadar itu sering terjadi. Bukan karena sedang ada masalah. Hanya butuh diam dalam hening yang panjang. Pernah sekali aku bertanya seperti pada salah seorang teman,

“Apa yang paling kau cintai di dunia ini selain orang tua atau hal-hal klise lainnya?”

Ia pun menjawab, buku dan dirinya sendiri. Baginya, buku selalu menemani di pelbagai kondisi, mendidik namun tidak menghardik–bahkan ketika kau mempercayai apa yang tertulis di buku namun dikecewakan oleh kenyataan yang berbeda, maka bukan buku yang mengecewakan. Pembacalah yang salah memahami buku. Toh, isi buku sudah seperti itu semenjak dicetak, dan tidak mungkin berubah. Sebaliknya, persepsi pembacalah yang terus berubah. Lalu diri sendiri adalah tempat terbaik untuk melarikan diri. Tempat menjadikan diri kita yang mau menerima segala sesuatu dengan seutuhnya. Diri sendiri adalah rumah. Kesimpulannya, buku dan diri sendiri mengajarkan untuk mau mempelajari, memahami dan menerima. Lalu aku mengutip kalimat terbaik seorang introver,

Jangan menghakimi kesendirian apalagi meremehkan kesunyian. Kita tidak pernah tahu, apakah keduanya lahir karena sebab-akibat atau memang karena sebuah pilihan.”

Dan ya! Aku setuju dengan penjelasan itu. Kebanyakan introver mungkin menjawab hal yang sama, pikirku. Memang aku belum bisa menarik kesimpulan hanya dengan satu buku dan beberapa pengalaman, dan hasil perdebatan isi kepala. Tetapi aku percaya bahwa semakin menjadi diri sendiri, semakin besar kesempatan untuk merasa bahagia. Misalnya, mengendarai motor sendirian, ke pusat perbelanjaan sendirian, ke bioskop sendirian, sampai duduk di kedai kopi sendirian. Semua dilakukan demi sensasi tenang. Tenang dan sendirian.

Jadi, apakah aku introver?

Penulis: Dyan

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here