2988

0
165
Ilustrasi

Ada memang satu waktu ketika matahari tempatmu tinggal lebih cepat terbitnya dari matahari tempatku tinggal. Dan tentu saja demikian lebih cepat tenggelam dari matahari tempatku tinggal. Aku suka bangun tiga jam lebih cepat sambil membayangkan di kejauhan 2988 mil kau juga sedang bersiap memulai aktivitas pagimu.

Kau menyeduh kopi pagimu dan memanggang roti buat sarapanmu. Aku berhenti minum kopi dan tidak suka memanggang roti. Buatku membayangkanmu melakukannya sudah cukup: hal-hal menyebalkan yang rutin kulakukan dan kelak jadi kebiasaan yang dipertanyakan masa tuaku.

Apakah kau betah dengan cuaca di sana? Kau lebih suka berjalan kaki atau bersepeda mengelilingi setiap sudut kota? Apa kau masih memotret dengan sepasang matamu yang lugu? Beginilah jarak merentangkan banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin kutanyakan.

Aku hampir selesai bertualang ke penjuru negeri. Aku menulis namamu di tiap jatuhan daun kering. Aku mendaki bukit dan berdiri di mulut tebing dan berteriak namamu: hal-hal menakutkan yang masih kulakukan dan kelak dipertanyakan pusaraku.

Ada memang satu waktu ketika Tuhan menciptakan seseorang untuk tak bisa mencintai orang yang ingin dicintainya.

Dan tentu saja kau tidak akan tahu itu.

Makassar, 30 November 2017

Penulis : Rie

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here