Wisata Budaya Pemakaman Bayi Tana Toraja

0
64
Potret tempat pemakaman Baby Grave di Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan.

KERTASONLINE.COM – Tana Toraja, Kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merupakan salah satu daerah destinasi yang kaya akan wisata dan budayanya, termasuk di dalamnya tempat wisata pemakaman bayi-bayi atau passilirian, yakni baby Grave yang terletak di Kambira.

Agar bisa sampai ke tempat itu, pengunjung perlu membayar uang masuk sebesar Rp. 10.000 dan menuruni 100 anak tangga.

Dalam sejarahnya, bayi yang belum memiliki gigi atau berusia sekitar 6 bulan ke bawah akan dikuburkan di dalam batang pohon Tarra, dengan bentuk lubang segi empat dan ditutupi dengan daun ijuk.

Alasan pohon Tarra menjadi pilihan tempat pemakaman dikarenakan pohon ini memiliki getah yang diyakini bisa menjadi pengganti air susu ibu. Sehingga hal tersebut dipercaya mengembalikan bayi kembali ke rahim ibunya dan menyelamtakan bayi-bayi yang lahir kemudian.

Kepercayaan tersebut merupakan kepercayaan aluk todolo (agama nenek moyang) dan merupakan keturunan murni. Di mana masyarakat yang bukan penganut aluk todolo tidak diperkenankan untuk melakukan pemakaman di atas pohon.

Untuk melakukan ritual penanaman jenazah bayi, keluarga diwajibkan menyembelih minimal satu ekor babi untuk dibagikan kemasyarakat yang tingkat perekonomiannya dibawah rata-rata.

Penempatan jenazah bayi diukur sesuai dengan tingkat strata sosial. Bayi yang kuburannya semakin di atas menunjukkan strata sosial yang tinggi, sebaliknya bayi yang kuburannya di bagian bawah memiliki strata sosial yang rendah. Hingga pada tahun 1958, kepercayaan ini sudah ditinggalkan bertepatan dengan masuknya beberapa agama di Tana Toraja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here