Warga Bara-baraya Siap Pertahankan Tanahnya

0
374
Spanduk yang dibuat warga, malam setelah menerima Surat Peringatan (SP) 3 dari Kodam VII Wirabuana, 17 Maret lalu.
Andi Nur Isman Sofyan | KERTAS

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Warga Bara-baraya telah menyatakan sikap akan melawan segala jenis penindasan yang dilakukan Kodam VII Wirabuana terkait penggusuran yang dianggap sebagai tanah okupasi.

Kasus Bara-baraya sementara ini sedang menjalani proses hukum atas pengklaiman TNI AD yang menganggap tanah yang diduduki warga merupakan tanah okupasi milik Almarhum Modhinoeng Dg Matika.

Tanah tersebut, menurut TNI AD, merupakan tanah pinjaman Kodam VII Wirabuana dan akan dikembalikan kepada ahli waris. Namun, warga mengaku, tanah yang mereka tempati sudah dibeli dari sejak puluhan tahun silam.

Proses hukum masih berlangsung, persidangan belum menemukan inkrahnya. Namun, Kodam sudah mengeluarkan tiga Surat Peringatan (SP) kepada warga Abubakar Lambogo RT 06 RW 04 kelurahan Bara-baraya sebanyak 20 unit rumah dan Kerung-kerung lorong 1 RT 01 RW 01 sebanyak 8 unit rumah untuk segera dikosongkan. Sebelumnya, 102 unit rumah di dalam Asrama Bara-baraya sudah dieksekusi.

Muhamad Aljebra Aliksan, pendamping dan pengacara warga Bara-baraya menyatakan, mereka menolak pemberian SP 3 yang dilayangkan melalui jasa pengiriman pos yang diterima 17 Maret lalu.

Dia menegaskan, warga akan tetap bertahan hingga proses hukum di pengadilan selesai. “Warga akan tetap bertahan. Warga sudah membeli tanah tersebut,” kata dia.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here