Tuntaskan Kasus Adelia, Unifa Segera Bentuk Komdis

0
482

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM Menindak lanjuti kasus Adelia Zahra yang dianggap mencemarkan nama baik kampus, Unifa akan membentuk Komisi Disiplin (Komdis). Hal tersebut disampaikan langsung Deputi Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Nur Khaerat Nur saat ditemui di ruangannya, Senin, 22 Agustus.

Adelia yang tampil disalah satu media sosial dengan menggunakan jilbab dan berpakaian tidak sopan tersebut belakangan ini diketahui berinisial IW, terdaftar sebagai mahasiswa berjenis kelamin laki-laki. Hal tersebut sontak menuai kontroversi dan komentar dari pihak kampus maupun mahasiswa.

Ia mengatakan, Komdis yang akan dibentuk dianggotai Deputi Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dekan FEIS, Sekretaris Dekan FEIS dan Kaprodi. Terkait sanksi yang diberikan, nantinya akan dimusyawarahkan oleh anggota Komdis. “Lewat forum Komdis itu lah nanti kita akan putuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada IW alias Adel,” jelas Nur Khaerat.

Nur Khaerat juga mengatakan, ia sudah berkali-kali memanggilnya, namun IW belum pernah menemuinya. “Cuman, sampai sekarang dihubungi, dicari, belum ada kabar sampai sekarang,” tambahnya.

Dekan FEIS, Hj. Hadiati turut angkat bicara terkait kasus tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan IW tidak bisa ditolerir karena merusak nama baik kampus. “Beberapa hal (pelanggaran), satu membawa nama Unifa yah, karena nama Unifa ada disitu tercemar, kedua melecehkan salah satu simbol agama, ketiga moralitas,” ujarnya.

Kaprodi melalui Dekan FEIS mengonfirmasi bahwa IW sudah disuruh untuk meminta maaf, namun justru memanfaatkan kondisi untuk mendapatkan empati masyarakat kalau ia akan di Drop Out (DO). “Tapi ternyata dia sudah membroadcast lagi dirinya sampai menangis tersedu-sedu bahwa dia katanya di DO. Padahal itu kan belum ada cerita itu,”  tambah Hadiati.

Hadiati berharap, IW dapat membuka jati dirinya sebagai laki-laki dan meminta maaf, utamanya kepada umat Islam dan masyarakat. Ia juga mengatakan, apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka akan segera diberikan sanksi melalui musyawarah Komdis. (*)

Penulis: Segitarius
Editor: Andi Nur Isman Sofyan
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here