Soal Perusakan Taman, ALARM Tuntut Copot Kepala BPCB Sulsel

0
310
Aksi Aliansi Rakyat dan Mahasiswa (ALARM) tolak penggusuran di depan DPRD Sulsel.

KERTASONLINE.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat dan Mahasiswa (ALARM) Tolak Penggusuran, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin, 20 Januari.

Aksi tersebut mengecam tindakan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel, yang telah mengingkari janji hasil kesepakatan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Provinsi tahun lalu.

Massa aksi juga mengecam tindakan perusakan Taman Patung Kuda secara sewenang-sewenang yang dilakukan oleh pihak BPCB Sulsel, pada 9 Januari lalu.

Akibat dari tindakan pihak BPCB tersebut, massa menuntut agar pihak DPRD Sulsel segera mengevaluasi kinerja serta memecat Kepala BPCB Sulsel.

“Kami menuntut pihak DPRD segera mengevaluasi serta mencopot kepala BPCB yang tidak ekologis itu,” tegas Wardah selaku jenderal lapangan.

Aksi tersebut diterima langsung anggota Komisi B, Andi Nurhidayati selaku wakil ketua II di ruang aspirasi.

Mediasi bersama anggota Komisi B di Ruang Aspirasi DPRD Sulsel.

Kata Humas aksi, Komisi B akan mengundang kembali kepala BPCB Sulsel untuk mengadakan pertemuan khusus.

“Dipertemukan besok ini komisi B mempertegas agar BPCB menghargai jasa lingkungan (Aliamin) dan juga tuntutan-tuntutan kami,” kata Atu

Lebih lanjut Atu mengungkapkan, jika tuntutan tidak diindahkan, mereka akan kembali memobilisasi massa.

“Kami akan turun lagi memobilisasi massa lebih besar lagi ketika BPCB masih otoriter, sewenang-wenang dan tidak menghargai pak Aliamin sebagai jasa lingkungan,” tutupnya

Editor: Fitriani

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here