Setelah Aksi di LLDIKTI, LAM UKI Paulus Lanjut Desak DPRD Sulsel

0
145
Massa aksi LAM UKI Paulus saat demonstrasi di depan gedung DPRD Sulsel./Foto: Muhamamd Fazril Al-zanni

KERTASONLINE.COM – Setelah aksi yang digelar pada 27 Januari kemarin di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Lembaga Aspiratif Mahasiswa (LAM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, melanjuti aksi demonstrasi untuk menyikapi persoalan Surat Keterangan Drop Out (SK DO) yang hingga saat ini belum menemui titik terang, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Rabu, 29 Januari.

Salah satu massa aksi dalam orasinya, Cakra, mengatakan, kampus seharusnya menjadi lembaga pendidikan bukan malah menjadi lembaga hukum.

“Kesalahan apapun yang dilakukan oleh kawan-kawan kita saya rasa seharusnya bisa dibijaksanakan oleh pihak birokrasi, namun sayangnya kawan-kawan pihak birokrasi coba menutup mata dan menutup telinga,” tegasnya.

Salah satu massa aksi LAM UKI Paulus saat orasi di depan gedung DPRD Sulsel

Diketahui, dikeluarkannya SK DO 28 mahasiswa tersebut merupakan buntut dari aksi demonstrasi penolakan aturan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) pada 20 Januari kemarin.

Tidak hanya itu, Selaku jenderal lapangan, Lexi, mengatakan, aksi yang dilakukan tersebut bertujuan mendesak pihak DPRD Sulsel untuk turut serta dalam mengawal kasus kekerasan akademik yang terjadi di kampus UKI Paulus.

“Kami ingin pihak DPRD juga menjalankan tanggungjawabnya selaku perwakilan rakyat untuk mendesak LLDIKTI agar mengevaluasi kampus UKI Paulus atas pemecatan secara sepihak yang telah dilakukan oleh Rektor,” jelasnya.

Editor: Musdalifa

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here