Pasca Pertemuan Bersama Pangdam, Warga Bara-baraya: Tidak Ada Kesepakatan

0
608
Warga memblokade jalan dengan spanduk penolakan penggusuran tanah.
Andi Nur Isman Sofyan | KERTAS

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Kesepakatan yang beredar pasca pertemuan beberapa perwakilan warga Bara-baraya dengan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, Kamis, 23 Maret kemarin yang dimediatori legislator DPR, Rusdin Tabi tak sepenuhnya disepakati.

Warga mengatakan, berdasarkan informasi yang tersebar di beberapa media online, ada 3 kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.

Pertama, kedua pihak bersepakat menyelesaikan masalah dengan mengutamakan jalur musyawarah. Apabila tidak tercapai, maka akan dilanjutkan dengan menempuh jalur hukum.

Kedua, pihak Kodam VII Wirabuana akan menunda penertiban tahap II. Selanjutnya, warga Bara-Baraya tidak akan lagi memblokade jalan atau melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Menurut pengakuan perwakilan yang hadir, mereka sama sekali tidak menjawab bentuk kesepakatan saat bertemu Pangdam. “Warga hanya mendengarkan, namun tidak menyepakati apa pun dalam pertemuan,” ujar Ratih, warga yang menghadiri pertemuan.

Lihat: Warga Bara-baraya Siap Pertahankan Tanahnya
Dia menuturkan, dalam pertemuan itu mereka hanya mengatakan akan menyampaikan hasil pembicaraan dengan warga yang tergabung dalam Aliansi Bara-baraya Bersatu terlebih dahulu.

“Kita kan ada kesepakatan dengan tim. Kalo lebih banyak warga yg menolak maka kami akan tolak. Kita tidak mengiyakan, nanti kita mediasi dengan warga,” ungkap Ratih mengulang percakapan saat bertemu Pangdam.

Warga, lanjut dia, akan tetap menyatukan kekuatan untuk menghadapi segala intimidasi dari luar selama proses hukum masih berjalan. Selain itu, warga juga enggan membuka spanduk dan blokade jalan sebelum ada kejelasan.

“Lebih banyak warga yang menolak membuka ini. Tutup, kalo bisa blokade semua. Kuncinya itu saja, kita tetap mau bersatu,” tuturnya.

Selain itu, dia mengatakan, warga akan mengutamakan penyelesain melalui proses hukum dan akan menerima segala keputusan yang dihasilkan. “Warga siap angkat kaki jika kalah dalam persidangan,” tegas Ratih.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here