Mulai Tangkap Bebek Hingga Duel Bantal

0
260
HUT RI 71

TANGGUH. Lima orang peserta berlomba menangkap bebek di genangan air sungai Jalan Abdullah Daengsirua, Rabu, 17 Agustus. (Foto: ANDI NUR ISMAN SOFYAN/KERTAS).

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Perlombaan menjadi salah satu agenda tahunan sebagai bentuk semangat nasionalisme dalam menyambut hari kemerdekaan. Beragam jenis perlombaan selalu digelar tiap tahunnya. Namun, beberapa dari lomba-lomba tersebut memiliki keunikan tersendiri yakni diantaranya menangkap bebek dan duel bantal.

Tak terkecuali, mulai anak-anak hingga orang dewasa turut meramaikan HUT RI ke-71 yang tahun ini jatuh pada Rabu, 17 Agustus 2016. Seperti halnya yang dilakukan pemuda Jalan Abdullah Daengsirua RT 7 RW 10 kelurahan Tello Baru kecamatan Panakukkang yang menggelar lomba menagkap bebek yang diperuntukkan kepada wanita.

Ketua panitia lomba, Abdul Azis mengatakan, perlombaan tersebut baru saja diadakan tahun ini, yang pada tahun sebelumnya ialah lomba duel bantal. “Inspirasi itu sudah dari tahun kemarin (2015), pas selesai kita rapat ada inspirasi teman, bagaimana kalau kita cari pertandingan lain daripada yang lain,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, alasan digantinya lomba duel bantal menjadi lomba menangkap bebek ialah agar masyarakat lebih antusias, mulai dari peserta hingga pengunjung. “Ini penggantinya, dan akhirnya memang betul lebih ramai ini dibandingkan pukul bantal,” tanggap Azis.

Perlombaan yang berlangsung di aliran sungai tersebut pun mendapat apresiasi dari pemenang lomba, Nur Cahya. “Alhamdulillah yah sangat ramai, sangat bahagia, dan senag sekali melihatnya,” aku wanita tersebut.

Waktu yang sama di tempat berbeda, Jalan Dr Laemena RW 5/6 kelurahan Tello Baru kecamatan Panakukkang berlangsung pula perlombaan yang tak kalah serunya dari menangkap bebek, yaitu duel bantal. Permainan tersebut memang cukup akrab ditemui di momen peringatan hari kemerdekaan ataupun di kegiatan-kegiatan outbond lainnya.

IMG_1704
SENGIT. Pertarungan satu lawan satu peserta duel bantal menghibur warga yang menyaksikan. (Foto: AXEL LAYUK/KERTAS).

Permainan dua orang di atas sebatang bambu saling menyerang menggunakan bantal dan berusaha menjatuhkan lawan ke air membuat tawa riang penonton dan juga peserta menjadi semakin seru. “Jadi peraturannya itu tidak boleh pake tangan toh, harus pake bantal,” jelas Idhe’ selaku ketua panitia.

Tampak jelas antusiasme warga sekitar dengan adanya lomba tersebut. Hal itu terbukti dengan ramainya orang yang menyaksikan, hingga sedikit membuat arus lau lintas tersendat. Jumlah peserta pun tak kalah banyaknya dengan penonton, menurut panitia, pendaftar yang tercatat lebih dari 50 orang. “Kalo peserta itu ada kategorinya dari anak-anak sampai dewasa, jadi kalo pesertanya itu lebih dari 50 orang” ungkap Idhe’.

Himpunan Pemuda Leang dan Forum Remaja Leang, menjadi penyelenggara yang menangani langsung perlombaan duel bantal tersebut. “Tujuannya ini, meningkatkan solidaritas. Yang tadinya tidak baku tauki bisa kumpul di sini senang-senang,” tutupnya.

Penulis: Axel Layuk/Andi Nur Isman Sofyan
Editor: Andi Nur Isman Sofyan
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here