KERTASONLINE.COM – Ratusan orang yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi-Selatan (MARS SUL-SEL) melakukan aksi unjuk rasa penolakan Revisi Undang-undang Komisi Anti Korupsi (RUU KPK). Di Pertigaan Boulevard, Jl. A.P Pettarani, Makassar. Rabu, 11 September.

Humas aksi MARS SUL-SEL, Ali Asrawi Ramadan, menunutut dengan tegas menolak RUU KPK tersebut.

“Kami tidak sepakat atau menolak rancangan revisi Undang-undang KPK ini.” Tuntutnya saat sedang berorasi.

Lebih lanjut, Ali menilai dalam draf RUU KPK tersebut ada beberapa ketentuan-ketentuan yang dapat melemahkan kinerja KPK baik secara internal dan eksternal.

“DPR mencoba melemahkan KPK dengan memasukkan orang-orang yang tidak kompeten, kredibel dan tidak memiliki integritas yang cukup baik untuk masuk di KPK yang dapat merusak sistem dan kinerja KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia,” tegasnya.

Hal hampir serupa juga di sampaikan oleh salah satu massa aksi dalam orasi politiknya. Ia mengatakan fungsi dari DPR RI seharusnya tidak membatasi kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi.

“Sebagai perwakilan rakyat itu harus mendukung dan memperkuat kinerja-kinerja KPK, karena masalah korupsi dapat menghambat kesejahteraan rakyat.” Jelas Parley.

Lebih lebih, Parley menerangkan maraknya praktik korupsi di Indonesia sangat merugikan bagi masyarakat kecil.

“Semua rakyat ingin negara kita bersih dari korupsi, sebab rakyatlah yang menjadi korban dari praktik korupsi yang terjadi di Indonesia,” Tutupnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here