Bahas Pernikahan Dini, RT Posko 3 Tersinggung

0
262
sumber : google.com

GOWA, KERTASONLINE.COM Setelah melakukan observasi kelurahan, mahasiswa Peserta  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas fajar (Unifa), sudah menemukan beberapa kejanggalan perilaku warga di sekitarnya. Mereka tergabung dalam posko 3, desa Malino, kec. Tinggimoncong, kab. Gowa. Salah satu dari kejanggalan yang ditemukan adalah tingginya angka pernikahan diusia dini. Sabtu, 13 Agustus.

Tak dapat diam dengan persoalan tersebut, mereka pun menjalankan program kerja tentang perlunya sosialisasi pemberdayaan perempuan yang menyangkut pernikahan usia dini. Maka realisasinya ialah peserta KKN mengundang pemateri dibidang pemberdayaan perempuan, dan warga sekitar dengan meminta bantuan pada RT/RW setempat. “Kan menikah muda tidak selamanya negatif ada juga positifnya, nah disitulah kita mengedukasi apa dampaknya pernikahan dini” Ujar Citra Dian Pertiwi Peserta  KKN program studi ilmu komunikasi. Setelah diedukasi dan disosialisasikan, maka diharapkan warga sendirilah yang dapat menilai apa dampak dari pernikahan dini.

Terjadi hal tak terduga dalam realisasi kegiatan tersebut. Salah satu  RT yang hadir ketika seminar desa berlangsung, terlihat meniggalkan ruangan saat kegiatan masih berjalan. Ibu RT itu diduga tersinggung perasaanya dengan pembahasan yang masih akan berlanjut. Ya, wajar saja demikian, karena ternyata sang ibu RT memiliki pengalaman serupa.  Setelah kegiatan berakhir seluruh anggota posko 3 pun beranjak dan menememui kembali sang ibu RT, lalu meminta maaf. Kemudian mereka memberi lagi pemahaman bahwa forum tersebut bukan untuk menyinggung beliau secara pribadi. Program yang dilakukan berdasarkan hasil observasi, dan telah melihat kondisi sebelumnya sudah banyak terjadi kasus semacam itu, maka dianggap perlu untuk memberikan pemahaman yang lebih bagi warga tentang dampak pernikahan dibawah umur. “kita hanya punya niat yang baik dalam menjalankan tugas” lagi, ujar Citra.

Bertempat di sebelah posko 3, memang terdapat sebuah kafe yang mempekerjakan sebagian besar tenaga perempuan. Sebab itulah target para mahsiswa ini ialah membuka pikiran perempuan-perempuan di lingkungan itu, karena mereka menganggap masih banyak hal yang lebih produktif untuk dilakukan dan tentunya lebih menghasilkan. “Outpunya, di harapkan untuk perempuan disini bisa lebih maju lag. banyak melakukan hal yang lebih produktif ” ujar Andi Mulia Astuti peserta KKN program studi hubungan internasional.

Penulis : Ahmad Gifary
Editor : Axel Layuk
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here