Aksi Solidaritas Untuk Pemuda Pembawa Bendera yang Ditahan, FNKSDA Makassar Serukan Bebaskan Luthfi

0
893

KERTASONLINE.COM – Solidaritas untuk demonstran pembawa bendera dalam unjuk rasa menolak RKUHP dan  RUU tidak prorakyat lainnya, di depan gedung DPR RI September lalu yang tengah ditahan sejak 1 Oktober.

Untuk itu, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Makassar, menyuarakan dukungan dengan aksi menggalang petisi Bebaskan Luthfi, di Jl Boulevard, Minggu, 1 Desember.

Menurut koordinator FNKSDA Makassar, Putra mengatakan, solidaritas datang dari berbagai kalangan masyarakat, atas kriminalisasi oleh negara lewat kepolisian terhadap Lutfhi Alfiandi (20), hanya karena turut menyuarakan aspirasi di jalanan.

“Ini merupakan aksi solidaritas kami, di tengah situasi dan kondisi bangsa yang carut marut, Luthfi dengan perspektif yang bisa dibilang cukup maju di kalangan anak muda dan coba menggunakan hak kebebasan berpendapatnya, di mana dalam lingkungan demokrasi itu mesti dijamin. Namun, Luthfi malah ditahan oleh aparat negara karena dituding melakukan tindakan kriminal,” ujar Putra.

Aksi solidaritas yang berlangsung sejak pukul 06.30 Wita itu, mendapat respon baik dari pengunjung Car Free Day (CFD) pagi itu. Terlihat ramai orang silih berganti untuk memberi dukungan berupa tanda tangan di spanduk yang dibentangkan di jalan. Sebanyak 150-an tanda tangan berhasil dikumpulkan.

Koordinator FNKSDA berharap, terkait aksi tersebut, dapat memberi dukungan morel agar Luthfi segera dibebaskan.

“Semoga solidaritas yang kami lakukan, bisa memberi dukungan moril dan desakan untuk pengadilan dan kepolisian agar Luthfi dapat segera dibebaskan,” tuturnya

Selain itu, salah satu anggota FNKSDA Makassar, Fahri Fajar mengungkapkan, akan terus mengawal dan mengawasi kasus ini hingga tuntas. Kata dia, Luthfi merupakan salah satu demonstran yang mendapatkan represif aparat

“Adanya kejadian seperti ini memperlihatkan bahwa negara dan aparatnya sudah melenceng dari prinsip keadilan dan demokrasi. Seharusnya aparat yang kemudian diberi sanksi karena membubarkan aksi secara brutal, bukan Luthfi yang menjadi korban represif aparat,” ungkapnya.(rls/*)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here