Mahasiswa Keluhkan Biaya MBKM
Mahasiswa Keluhkan Biaya MBKM

By KertasOnline 05 Okt 2021, 11:18:00 WIB Kampus
Mahasiswa Keluhkan Biaya MBKM

Keterangan Gambar : MBKM Universitas Fajar


KERTASONLINE.COM—Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi wadah bagi mahasiswa Universitas Fajar (Unifa) dalam mengembangkan potensi diri. Namun, disisi lain, mahasiswa mengeluhkan kebijakan kampus mengenai pembayaran program MBKM. 


Program MBKM merupakan program yang keluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai salah satu alternatif dalam belajar serta menggali soft skill pada diri mahasiswa. 

Baca Lainnya :


Menurut salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi), Manajemen, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, pembayaran program MBKM sebesar Rp 750.000 memberatkan bagi mahasiswa yang akan memprogramkan MBKM tersebut. 


“Terkait hal tersebut itu merupakan kebijakan dari kampus dan mahasiswa yang berada di kampus tersebut pun harus mengikuti, tetapi Rp 750.000 menurut saya memang agak terlalu berat,” katanya. 


Tak hanya itu, ia juga menambahkan, terkait fasilitas yang diberikan oleh pihak kampus tidak ada. Namun, keuntungannya adalah SKS bisa terkonversi pada program MBKM. 


"Untuk fasilitas yang diberikan mungkin tidak ada. Tapi benefitnya adalah Konversi SKS sebanyak 12 SKS yang dimana kampus lain sebagian besar tidak melakukan konversi kepada mahasiswa," tambahnya. 


Disisi lain, Deputi Rektor II Bidang Keuangan dan Administrasi, Ridwan Hasanuddin, mengungkapkan, untuk saat ini belum ada informasi resmi mengenai berapa biaya MBKM pada periode ini. 


“Belum pi ada nak, MBKM yang sekarang to? belum pi di tahu berapa nak masih kita diskusikan," ungkapnya. 


Lebih lanjut, ia juga menuturkan, untuk biaya MBKM sebelumnya Rp 750.000 tersebut dialokasikan sesuai peruntukkannya. 


“Di alokasikan sesuai hubungannnya ada transportasi, kunjungan pembimbing kalo pembimbingnya mau mengunjungi , honornya pengujinya kalo dia sudah kembali mi ke kampus diiberikan sebagai rewards kepada penguji berkompeten yang menguji," tuturnya.(wil/*)










Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment