Unifa Perlu Tingkatkan Sosialisasi KRS Online

0
226

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Penerapan KRS Online di Universitas Fajar (Unifa) masih butuh sosialisasi, baik untuk mahasiswa maupun dosen. Pasalnya, meski jumlah mahasiswa yang telah menggunakan KRS Online sampai pada pekan terakhir pengurusan KRS, Sabtu, 17 September mencapai 947 orang, masih saja ada mahasiswa yang keluhkan penggunaan prosedur tersebut.

“Kurang sosialisasinya (prosedur penggunaan KRS Online, red). Saya sudah urus KRS lewat online, dan saya rasa masih terlalu ribet. Belum lagi haruski minta tanda tangan pembimbingta,” Ujar Khairunnisa, Mahasiswi Sastra Inggris.

Saat dikonfirmasi, pihak akademik mengatakan telah melakukan sosialisasi KRS Online. “Kita sudah melakukan sosialisasi waktu libur kemarin,” Ujar Dr. Mulyadi Hamid, Deputi Rektor I Universitas Fajar.

Media sosialisasi telah disediakan pihak akademik melalui bimbingan penggunaan KRS Online oleh Pembimbing Akademik (PA) dan panduan pengurusan KRS Online yang telah disediakan oleh pihak Electronic Data Center (EDC) melalui sistem yang dinamakan E-Sistemik.

“Kalau ini mau dicetak selebaran online, kira-kira berapa yang dibutuhkan. Ini kan juga namanya online, makanya saya pasang saja petunjuk panduannya diwebsite, bisa langsung didownload,” ujar Akmal Hidayat, pihak pengelola EDC.

Kendati demikian hasilnya masih kurang maksimal, karena tidak adanya sosialisasi secara langsung kepada mahasiswa terkait KRS Online yang mulai diterapkan di Unifa.

Sementara itu, Khairunnisa yang ditemui di rektorat mengaku kesulitan beralih dari KRS Manual ke Online, dia merasa masih bingung mengisi KRS melalui jalur online, karena tidak adanya penyampaian secara langsung sebelumnya.

“Tidak, saya tidak lihat panduannya di online, saya cuman tau dari dosen dan PA, tidak dapatka sosialisasi KRS Online yang secara langsung, saya baru tau kalau ada panduannya juga di web,” tuturnya.

Akmal Hidayat menambahkan, kendala yang ditemukan sampai saat ini hanya berupa infrastruktur dan dari pengguna website tersebut. Dia menjelaskan bahwa beberapa mahasiswa yang masih kurang paham menggunakan KRS Online tidak mengisi tabel pilihan mata kuliah dengan benar.

“Kendalanya sampai saat ini tidak lebih dari masalah umum di aplikasi online. Biasa kan cepat, tapi tiba-tiba turun lagi, tiba-tiba keluar sendiri, koneksinya. Hanya masalah infrastrukturnya,” ungkap Akmal Hidayat yang ditemui diruangannya.

“Ada rata-rata temanmu dia seperti tidak membaca panduan. Dia Cuma memilih status, dia pilih saja baru pada statusnya, terus di save. Dia tidak mencentang kolom disebelahnya. Jadi, tidak tersimpan mata kuliah yang dia programkan, karena dia hanya mengubah status, belum memilih dengan mencentang kolomnya,” tambahnya.

Waktu pertemuan untuk PA dan mahasiswa menjadi pertimbangan yang besar untuk pihak kampus menerapkan sistem KRS Online. Pasalnya, KRS yang telah diisi mahasiswa dan divalidasi oleh PA melalui online, dapat mengurangi waktu tatap muka mahasiswa dan PA. Perlunya ditingkatkan sosialisasi kepada para PA untuk mengatur jadwal pertemuan dengan mahasiswa agar konsultasi mengenai akademik dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Mestinya PA nya yang mengatur pertemuan dengan mahasiswa. kita terus sarankan, bagi anda PA tolong jadwalkan dengan anak bimbingannya. Tapi perlu juga inisiatif mahasiswa untuk konsultasi tentang masalah yang ditemukan terkait perkuliahannya,” jelas Dr. Mulyadi Hamid ketika dimintai keterangan mengenai waktu konsultasi mahasiswa dengan PA.

Untuk diketahui, kedepannya pihak kampus telah merencanakan agar pembayaran KRS dapat dilakukan melalui online, untuk lebih memudahkan mahasiswa. “Saya bilang sama prof, sudah bisa di SK-kan. Semester depan sudah dapat terapkan KRS Online. Kita juga terus mencari teknologinya, bagaimana agar pembayaran KRS juga dapat melalui online,” Tutup Dr. Mulyadi Hamid.

Penulis : Siti Suhartina A
Editor : Axel Layuk
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here