Soal Aturan Jam Malam, Aliansi Mahasiswa Unifa dan Birokrasi Hasilkan Dua Kesepakatan

0
768
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unifa gelar aksi protes terhadap peraturan jam malam di depan gedung Rektorat, Jumat, 20 Desember./Foto: Syukur Al Fajri

KERTASONLINE.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Fajar (Unifa), yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unifa gelar aksi demonstrasi, di depan gedung rektorat Unifa, Jumat, 20 Desember.

Mereka menuntut peraturan jam malam yang selama ini dianggap mengganggu kebebasan dan kreativitas mahasiswa.

“Karena itu, menurut teman-teman yang berlembaga merasa kalau pelarangan itu terbatasi kreativitasnya. Dia tidak bisa berkegiatan di malam hari sedangkan waktu kuliah padat,” ujar Jenderal Lapangan aksi, Rusli, saat di konfirmasi melalui WhatsApp.

Setelah aliansi dan pihak birokrasi berdiskusi di ruang rapat Rektorat lantai dua. Lahir dua kesepakatan diantaranya, dicabutnya surat edaran Rektor mengenai aturan kegiatan kemahasiswaan hingga pukul 19.00, dan akan dibuatnya kartu pengenal untuk setiap lembaga di Unifa.

Nantinya, kata Rusli, setiap lembaga akan mendapatkan tiga kartu pengenal, guna agar dapat berkegiatan di atas pukul 22.00 Wita. Rencananya, hal itu akan diterapkan setelah libur natal dan tahun baru.

Selaku Rektor Unifa, Dr. Muliyadi Hamid menyatakan, surat edaran Rektor yang bernomor 401/B/R-UNIFA/XI/2019, per tanggal 20 Desember sudah tidak berlaku.

“Setelah ini, akan dikeluarkan surat kembali untuk mengubah, ya mengganti atau kembali, surat (edaran) saya kembali ke aturan yang lama,” ucapnya saat menemui massa aksi di depan gedung Rektorat.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Deputi Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Mujahid. Kata dia, jika ingin berkegiatan hingga pagi, harus mengajukan surat izin.

“Jika ada kegiatan mau loading atau apa, kalau mau misalnya sampai pagi ajukan juga surat,” ujarnya.

Selain itu, salah satu peserta aksi, Fadli Dzil Ikram, mengungkapkan, untuk sementara kesepakatan itu yang paling efektif. Alasannya, kata Fadli, dengan adanya kartu pengenal, mahasiswa dapat berkegiatan hingga malam. Walaupun terbatas untuk anggota lembaga.

“Tapi kalau misalnya mauki pikir ki secara keseluruhan, belum sampai di siniki efektivitasnya ini keputusan, masih akan terusji berlanjut,” ungkap Fadli, yang juga merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Unifa.

Editor: Fitriani

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here