Senat FT: Kami Sendiri Juga Mencoba Melerai Waktu Kejadian

0
601
Ilustrasi

Penulis : Yustika Jauhari – St. Arfiani Arsyad

KERTASONLINE.COM – Aksi cekcok yang berujung pada insiden pengeroyokan, Kamis malam, 8 November, diakui Fakultas Teknik (FT) Universitas Fajar (Unifa) sebagai spontanitas. Sama sekali tidak direncakan.

Sekretaris Senat FT Unifa, Rizaldy, menjelaskan, waktu itu pihaknya hanya ingin mencari tahu maksud dari pernyataan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menyinggung mahasiswa Teknik. Atas ungkapan tersebut, mahasiswa FT itu menilai, lift hanya bisa digunakan mahasiswa Ilmu Komunikasi saja.

“Tidak ada sama sekali unsur perencanaan untuk aksi pengeroyokan, murni spontanitas, malahan dari teknik ingin buka diskusi terkait masalah ini supaya tidak berbuntut panjang,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Sabtu, 10 November.

Rizaldy mengatakan, dalam aksi pengeroyokan yang terjadi di depan gedung Rektorat, ia tidak tahu pasti siapa-siapa saja pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. Kata dia, boleh jadi, juga ada oknum di luar mahasiswa teknik.

“Mungkin saja ada pihak lain selain dari teknik pada saat itu. Pihak kami sendiri juga mencoba melerai waktu kejadian berlangsung,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pasca terjadinya konflik, pihaknya ingin melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun menurutnya, pihak Ilmu Komunikasi enggan melanjutkan diskusi.

“Belum ada deal pada saat penyelesaian di ruang kemahasiswaan. Saat itu teman-teman dari teknik ingin melanjutkan diskusi di sekretariat bersama teman-teman komunikasi, tapi tidak ditindak lanjuti. Nah, ketika keluar dari ruangan ada pihak yang melakukan teriakan entah siapa pemicu konflik selanjutnya,” tuturnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), Shinta Utami, menganggap, pembahasan dalam diskusi itu terlalu berlarut-larut dan tak menemukan kejelasan.

“Kami sudah melakukan cara itu (diskusi), bahkan saya sudah minta maaf secara pribadi ataupun lembaga atas ketersinggungan anak teknik tersebut, tapi memang dari pihak teknik tidak menerima kata maaf,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihak teknik juga belum bisa memastikan, siapa saja oknum yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

“Ini dari pihak korban yang mau diselesaikan secara hukum, Untuk beberapa pelaku yang sudah diketahui. Maka dari itu Himakom dengan tegas tidak ada toleransi,” imbuhnya

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here