Sastrawan Soppeng: Maksimalkan Teknologi dan Literasi

0
144
Moderator dan para pembicara dalam Diskusi Publik Himpunan Mahasiswa Menajemen (HMM) Universitas Fajar (Unifa) dengan tema "Pemuda di Era Revolusi Mental", di Gedung Unifa Lantai 3, Senin, 5 November.

KERTASONLINE.COM – Masih kurangnya kesadaran para pemuda terhadap revolusi mental bangsa saat ini, mengantar Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Fajar (Unifa) menyelanggarakan Diskusi Publik, di Gedung Unifa Lantai 3, Senin, 5 November.

Ketua HMM, Muhammad Rizal, mengatakan, diskusi yang bertema “Pemuda di Era Revolusi Mental” ini merupakan wujud pengaplikasian dari peringatan hari sumpah pemuda pada 28 Oktober lalu.

Salah seorang pembicara, Aslan Abidin, mengatakan, pemuda di era revolusi mental ini masih belum bisa memaksimalkan perubahan zaman. Tak jarang pemuda tersesat karena belum bisa menerima perkembangan.

“Untuk memaksimalkannya maka diperlukan pengunaaan teknologi dengan sebaik-baiknya. Selain itu peran literasi juga sangat dibutuhkan, karena dapat memberi kesan tentang ruang dan orang lain,” ungkap sastrawan asal Soppeng itu.

Perbedaan mendasarnya, lanjut dia, ada pada pola pikir pemuda di era revolusi mental ini. Berbeda dengan cara bangsa lain dalam menyikapi sesuatu.

“Kita tidak seperti bangsa lainnya yang lebih disiplin, tidak lebih bersih. Mengerikan sekali kita melihat orang-orang di sekitar kita. Atau mungkin kita sendiri yang tubuhnya tidak bisa bereaksi,” ucapnya.

Pembicara lain, Anshar Aminullah, menambahkan, selain pemuda harus mempersiapkan diri dengan membaca, mereka juga harus memiliki kesadaran.

“Dulu pada saat zaman revolusi, banyak pejuang-pejuang yang lahir menumbuhkan semangat dan kegotong-royongan. Nah kita bagaimana mau gotong royong? Membantu orang saja, selalu dianggap modus,” kenangnya, sedikit berkelakar.(sas/*)

Editor: Yustika Jauhari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here