KERTASONLINE.COM Demonstrasi besar- besaran mahasiswa serta masyarakat sipil di berbagai Kota pada beberapa waktu lalu yang mengenai penolakan RUU KPK, RKUHP, dan beberapa UU lain yang dianggap membahayakan masyarakat.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, mengeluarkan pernyataan yang mengancam akan memberikan sanksi kepada setiap Rektor, bahkan Dosen yang mengarahkan mahasiswa mengikuti aksi demonstrasi.

“Kalau dia mengerahkan (mahasiswa untuk demo), ya kami beri sanksi keras. Ada dua, bisa dalam hal ini peringatan: SP1 SP2,” ujar Nasir seperti yang dilansir di Tirto.id.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Fajar (Unifa), Dr. Mulyadi Hamid, angkat bicara, ia menyesalkan pernyataan yang dikeluarkan Menristekdikti. Pasalnya, ancaman tersebut dapat membatasi tuntutan mahasiswa.

“Tidak bisa membatasi, kalau memang ada hal-hal yang perlu dituntut oleh mahasiswa,” katanya saat ditemui di Gedung Rektorat Unifa.

Lebih lanjut, Ia mempersilahkan mahasiswa untuk  menuntut beberapa Undang-undang yang tidak benar serta tidak bergeser pada kepentingan.

“Itu wajib untuk dituntut, kalau memang sangat kontroversial,” tutupnya.

Editor: Musdalifa

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here