Press Release Gerakan Rakyat Makassar: Polisi lah yang Memprovokasi Mahasiswa dan Masyarakat

0
227
Massa aksi Aliansi Mahasiswa Makassar dan Pelajar Makassar sedang menyampaika orasi ilmiah. / Foto: Muh. Fazril Al-zanni

Berhubungan dengan aksi unjuk rasa pada hari Kamis, 22 Oktober, malam kemarin di depan Kampus UNM phinisi, Jln. Pettarani, Makassar. Gerakan Rakyat Makassar mengeluarkan Press Release.

Press Release Gerakan Rakyat Makassar

Dalam rangka menyambut aksi demonstrasi nasional menyoal tuntutan dicabutnya Omnibus Law yang diwacanakan mulai tanggal 20 sampai 22 Oktober secara serentak, maka Aliansi Gerak Rakyat Makassar (GM) yang terkonsolidasi secara nasional juga turut berpartisipasi menyelenggarakan aksi demonstrasi secara berturut-turut di Makassar. Di aksi ke-3 GM pada aksi serentak tersebut (22 Oktober), GM melaksanakan aksi di 3 titik di antaranya sektor Kima yang di isi organ buruh, serta sektor Pettarani dan Alauddin yang di isi oleh organ Mahasiswa dan pelajar. Aksi ini adalah aksi lanjutan #MosiTidakPercaya untuk menunjukkan kembali penolakan rakyat terhadap rezim otoritarian Jokowi-Amin yang saat ini sedang berupaya mengkhianati amanat demokrasi dan kemanusiaan pasca reformasi dengan mengesahkan Omnibus Law.

Menindaklanjuti hal itu Aliansi Mahasiswa Makassar dan Aliansi Pelajar Makassar yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Makassar mengisi pos Jalan Pettarani sebagai medium demonstrasi. Namun sangat disayangkan, disela-sela aksi demonstrasi damai tersebut, massa aksi mendapatkan tindakan provokasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian sendiri yang sedang menyamar dan menyusup di barisan massa aksi. Pasalnya aparat kepolisian tersebut menunjukkan dan menodongkan pistol ke salah satu massa aksi dan memancing massa aksi untuk tidak fokus dengan tuntutan dan varian aksi kampanye yang telah disepakati dalam konsolidasi. Tidak berhenti sampai di situ, ormas reaksioner yang berada tidak jauh dari barisan massa aksi juga turut memprovokasi massa aksi. Hal ini yang menjadi pemicu munculnya satu persatu orang tak dikenal (tidak mengenakan dress code massa aksi) dalam barisan massa aksi yang bertindak di luar dari kesepakatan konsolidasi GM. Tidak lama berselang pihak kepolisian dibantu oleh ormas reaksioner menyerang massa aksi dengan batu, petasan dan senjata tajam. Hal ini yang membuat massa aksi berhamburan dan memasuki kampus UNM untuk melindungi diri. Di dalam kampus, Ormas reaksioner tersebut tetap menyerang massa aksi. Di sisi lainnya, sangat disayangkan, terlihat dalam beberapa dokumentasi, pihak kepolisian tampak membiarkan serangan batu, senjata tajam dan petasan ini diarahkan kepada massa aksi. Artinya kedatangan ormas reaksioner sedari awal untuk memprovokasi barisan massa aksi yang sedang berjalan damai tampaknya sudah terkonsolidasi dengan pihak kepolisian. Atas tindakan provokasi, kekerasan, dan pembiaran kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian dan ormas reaksioner terhadap massa aksi “22.10” kami dari Aliansi Gerak Rakyat Makassar (GM) atas nama demokrasi mengutuk dan mengecam tindakan tersebut. Pasalnya menyampaikan pendapat di depan umum merupakan hak setiap warga negara dan telah dijamin undang-undang, maka tindakan yang dilakukan terhadap massa aksi di atas jelas telah melanggar aturan yang ada dan merupakan tindakan pidana, yakni melakukan tindak kekerasan secara bersama-sama di depan umum.

Kronologi Aksi

16.37 Seluruh massa aliansi berkumpul di gunung sari
16.39 Massa aksi bergeser ke titik aksi
16.45 Massa aksi tiba di titik aksi
16.48 Jendral Lapangan menjelaskan maksud dan tujuan aksi ke pengguna jalan
16.50 Massa aksi memblokade jalan depan Kampus UNM Phinisi arah ke Alauddin
16.54 salah seorang pengguna jalan protes terhadap blokade yang dilakukan
(Aksi berlangsung dengan aman. Masing-masing massa aksi diberikan penanda untuk
diidentifikasi sebagai peserta massa aksi dan Sebagian massa aksi melakukan
sweeping terhadap penyusup yang masuk di dalam barisan massa)
17.01 massa aksi bergeser ke pertigaan pettarani Jl. Pendidikan
17.07 ban mulai dibakar
17.08 orasi dari salah satu massa aksi
17.12 orasi dilakukan oleh massa aksi lainnya
17.17 orasi dari salah satu massa aksi lainnya lagi
17.26 puisi dari salah satu massa aksi
17.33 orasi dari salah massa aksi
17.40 orasi disambung oleh massa aksi lainnya
17.42 orasi disambung oleh massa aksi lainnya
17.46 orasi disambung oleh massa aksi lainnya
“(Intel masuk ke dalam barisan dan menodong pistol kesalah satu massa aksi. Situasi mulai tidak kondusif, intel tersebut dipukul mundur oleh massa aksi sampai masuk dan berlindung ke dalam Indomaret. Namun, Aksi tetap dilanjutkan dalam kondisi tertib, beberapa massa aksi melakukan sterilisasi dan kembali melakukan orasi politik secara bergantian sampai jam 21:21)”
21.22 provokator dari arah jalan landak dan di kantor Nasdem memprovokasi dan mengganggu massa aksi.
21.30 Suasana mulai tidak kondusif. Keributan mulai terjadi antara massa aksi dengan Provokator dari arah landak dan di kantor Nasdem
21.52 Beberapa orang tak dikenal/OTK (Tanpa mengenakan dresscode yang disepakati Aliansi) mulai melemparkan batu ke arah kantor Partai Nasdem dan membakar mobil Ambulance
22.11 Massa berhamburan, ormas dan OTK mulai memukul mundur dan menyerang Massa aksi menggunakan petasan, lemparan batu, dan senjata tajam. (Massa aksi berlarian ke kampus UNM)
22.15 Kampus UNM mulai diserang oleh Ormas reaksioner dengan menggunakan Petasan, batu, busur, dll
23.09, Pihak kepolisian mulai berdatangan ke lokasi kerusuhan. Pihak kepolisian Membiarkan ormas dan OTK menyerang massa aksi secara membabi buta.
23.42 massa aksi terdesak di dalam kampus oleh serangan ormas dan OTK serta Tembakan gas air mata oleh kepolisian yang menyasar massa aksi yang bertahan di Dalam kampus.
“(Polisi dan ormas mulai memasuki area kampus UNM dan melakukan penangkapan)”

Catatan:
1. Beberapa buah motor dibakar oleh Ormas dan OTK, dan melakukan pengrusakan di dalam kampus.

2. Polisi terkesan melakukan pembiaran terhadap Ormas dan OTK yang melakukan penyerangan ke kampus menggunakan batu dan anak panah.

3. Beberapa motor massa aksi dibakar serta pintu gerbang dan beberapa kaca gedung.

Makassar, 23 Oktober 2020
Humas Aliansi Gerak Makassar
Anwar

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here