Pendaftaran Wisuda Unifa Terapkan 2 Aplikasi

0
115

KERTASONLINE.COM – Universitas Fajar (Unifa) beberapa waktu lalu telah menerapkan 2 aplikasi berbasis online untuk calon wisudawan/i melakukan pendaftaran wisuda ke-X, yang akan digelar 5 Oktober mendatang di Ballroom Lily B & Hotel Four-Point Sheraton Jl. Landak Baru.

Kepala Biro Akademik, Sumardin membeberkan bahwa penerapan ke-2 aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan bagian Seksi Publikasi dan Dokumentasi serta mengurangi kesalahan penginputan data calon wisudawan/i nantinya.

“Dia setting siapapun yang sudah masuk datanya, tinggal dia mau urutannya keberapa sesuai dengan hasil keputusan rapat, misalnya kayak kemarin pasca datanya sudah ada di dalam jadi cepatki bekerja, kalau selama ini teman-teman kerja sampai hari pelaksanaannya itu baru selesai, sekarang itu bisa jauh-jauh hari untuk mengurangi kesalahan makanya kita luncurkan,” beber Sumardin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan 2 aplikasi tersebut yakni Wisuda.unifa.ac.id dan Aplikasi.id atau hpp.unifa.ac.id/regist, masing-masing di dalamnya memiliki satu akun dengan fungsi yang berbeda.

“Jadi Wisuda.unifa.ac.id itu untuk kebutuhan Sistem Akademik, tidak bisa diluluskan kalau dia nda login di situ. Yang kedua Aplikasi.id atau hpp.unifa.ac.id/regist itu untuk 3 kebutuhan seperti keperluan di koran, slide wisuda dan buku wisuda,” jelas dia.

Sementara itu, dia juga mengatakan bagi calon wisudawan/i yang melakukan pendaftaran menggunakan Wifi Unifa diwajibkan login ke Aplikasi.id dan jika menggunakan jaringan lain diharuskan mengakses hpp.unifa.ac.id/regist.

“Nanti sampai di rumah dia lihat baik-baik itu skripsinya mau edit, makanya kita siapkan itu hpp.unufa.ac.id/regist untuk memudahkan dia mengedit. Ketika dia login dengan stambuk dan akun mahasiswa, pada saat menyimpan dia wajib memasukkan password baru, dia wajib mengganti. Di data awal harus mengganti pada saat mau di edit nda perlu lagi. Tujuannya supaya temannya nda mengacak datanya,” pungkasnya.

Tidak sampai di situ, Sumardin juga menuturkan bahwa sebelum melakukan pendaftaran dan calon wisudawan/i tersebut telah memprogramkan skripsi, maka mereka berhak untuk mendapatkan akun dari Akademik tetapi data yang dimasukkan dianggap tidak valid jika belum dinyatakan lulus atau yudisium.

“Jadi semua mahasiswa yang programkan skripsi, tugas akhir dan karya komunikasi dan sejenisnya ditarik datanya kemudian dibuatkan akun. Jadi dia berhak untuk login tapi belum tentu lulus nanti setelah ujian atau yudisium baru kita anggap data yang masuk itu data valid,” singkatnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Akademik tersebut menyampaikan kalau pihaknya sempat ragu untuk menerapkan ke-2 aplikasi itu, namun ternyata secara teknis tidak ada yang keberatan.

“Jadi kita serahkan di LAB lantai 2 yang sudah terkonek internet, jadi mereka bersemangat untuk input datanya. Karena kalau ada kesalahan mereka sendiri yang tanggung, walaupun kita akan validasi tapi kan minimal dia sudah filter itu kesalahnnya. Dan bagian di atas yang publikasi juga membantu, jadi mereka dampingi,” terangnya.

Kendati demikian, ia berharap agar nantinya aplikasi yang akan diterapkan untuk pendaftaran wisuda hanya akan ada satu aplikasi yang digunakan untuk mengakomodir semuanya.

“Mudah-mudahan ke depan itu kita luncurkan sisa 1 mami  yang mengakomodir kebutuhan semua ini, ini untuk bisa cepat tercoverki kebutuhan wisuda itu,” tutupnya.

Editor : Nurparamadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here