Pembongkaran Tiba-tiba Kejutkan Ketua-ketua Lembaga

0
404
Proses pembongkaran gedung (A) Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial (FEIS) Universitas Fajar (Unifa).

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Pembongkaran gedung (A) Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial (FEIS) Universitas Fajar (Unifa) telah mencapai 90%.  Selain itu, sekretariat ke enam lembaga mahasiswa pun juga dibongkar sekitar pukul 10.30 wita, Sabtu, 20 Mei.

Pembongkaran ini cukup mengejutkan bagi para pengurus lembaga mahasiswa terkait. Evan Giovani selaku ketua Himpunan mahasiswa hubungan internasional (Himahi) mengaku heran karena tidak ada kesepakatan sebelum pembongkaran dimulai.

“Jadi anak-anak masih terus loby-loby ke pak haerat sampai sekarang. Jadi belum ada kesepakatan sama pak Haerat sampai sekarang. Makanya kaget ini ketua-ketua lembaga, bilang ih kenapa begini ini pak Haerat?” Ungkap Evan.

Menanggapi  hal tersebut, Nur Khaerat Nur, S.T.,M.T mengungkapakan jika perihal sosialisasi rencana relokasi untuk sekretariat lembaga mahasiswa yang terkena dampak pembongkaran telah diberikan kebijakan-kebijakan penundaan selama dua bulan.

“Dan ini prosesnya, itu sudah dua bulan. Sudah dua bulan kok kita lakukan dialog – berapa kali pertemuan – dan kami tidak bisa lagi memberikan anu dek. Tidak bisa lagi memberikan kebijakan waktu, karena pihak proyek sudah mendesak,” tegas Deputi Rektor III Unifa.

Sebelumnya, dialog non formal yang diadakan kedeputian tiga bersama beberapa lembaga mahasiswa dibawah payung Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial (Sema FEIS), menemukan titik terangnya. Tuntutan-tuntutan yang dilayangkan perwakilan lembaga mahasiswa mendapat respon yang baik.

Tuntutan-tuntutan tersebut meliputi tiga hal yaitu ; adanya perluasan sekretariat yang tadinya dua kelas dibagi enam, kemudian diminta agar tiga kelas dibagi tujuh ruangan, kemudian ada biaya ganti rugi dan relokasi berupa fresh money sebanyak delapan juta rupiah, satu juta rupiah untuk masing-masing himpunan dibawah payung Sema Feis. Adapun tuntutan terakhir yaitu kelengkapan sekretariat berupa palfon, pintu, aliran listrik, wc dll.

“Ini tuntutan kami pak, maksudnya ini rekomendasi kami supaya kita siap pindah” jelas Ahmad Saifur Rijal, ketua umum Himpunan mahasiswa akuntansi S1 (Himata). “Saya dalam pemikiranku, saya simpulkan ini semuanya bahwa, kita pindah kalau memang semua sudah siap, termasuk itu sudah ada pintu dan kelengkapan yang lain.” Lanjut Rijal.

Saat ditanyai perihal kesepakatan tentang perluasan, Nur Khaerat Nur  menjawab bahwa hal itu merupakan kebijakan yang dikondisikan.

Tuntutan utama pihak lembaga mahasiswa terkait perluasan ruangan, di iyakan bersyarat oleh Khaerat. Syarat tersebut ialah kepastian dan alternatif bagi perkuliahan yang selama ini berlangsung di ruangan yang akan dialih fungsikan sebagai sekretariat.

“Komitmen saya, kebijakan saya, karena saya kan ingin okelah memahami keinginanya, tapi dengan catatan bahwa kalau 105 (baca: ruangan 105) memang betul-betul bisa digunakan. Tapi kalau tidak ya mari kita legowo,”  jelas Nur Khaerat.

Setelah pembongkaran,  diselengarakan rapat lanjutan yang melibatkan beberapa lembaga mahasiswa, baik yang bersengketa maupun tidak.

Meski sempat diwarnai perdebatan yang alot, rapat tersebut menyepakati perluasan dengan mengambil satu lagi ruang perkuliahan dan membuatkan ruang perkuliahan baru dilantai dua gedung D sebagai gantinya.

Terkait pengerjaannya, pihak birokrasi berjanji akan merealisasikan kesepakatan secepatnya, sembari menunggu seluruh lembaga mahasiswa dihimbau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here