Pembayaran KKN-E Selalu Meningkat, Begini Kata DR II

0
315
Pembekalan KKN- E, Sabtu, 11 Januari lalu.

KERTASONLINE.COM – Kuliah Kerja Nyata Entrepreneurship (KKN-E) Universitas Fajar (Unifa), merupakan program yang wajib diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir.

Namun, menurut data yang diperoleh di lapangan, pembayaran KKN-E selalu meningkat pada setiap pelaksanaannya. Seperti KKN-E gelombang pertama tahun lalu, mahasiswa harus membayar 750 ribu, untuk gelombang kedua 1 juta. Sementara, tahun ini menjadi 1,3 juta. Hal itu pun menuai pertanyaan dari mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, sekaligus peserta KKN-E tahun ini, Fathur, mengungkapkan, naiknya pembayaran uang KKN kali ini menjadi pertimbangan bagi mahasiswa. Sebab, kurangnya transparansi arus dana membuat mahasiswa bertanya-tanya.

“Terkait hal seperti itu, mungkin kalau kita tidak tahu lari ke mana semua itu uangnya toh, itu akan berat kami rasa. Tapi misal ada rincian dananya dipakai-pakai apa ini 1,3. Kami bisa pertimbangkan berat atau tidaknya, harusnya kayaknya ada transparansi dari birokrasi hal itu,” ungkapnya.

Di lain sisi, peserta KKN-E tahun lalu, Rusli Mallatong, mengatakan, dinaikkannya uang KKN-E sangat memberatkan. Apalagi seperti tahun lalu, yang dijanjikan BPJS Ketenagakerjaan tetapi realitanya tidak ada.

“Kemudian kita juga dijanjikan BPJS. Tapi nyatanya juga tidak ada sampai sekarang, itulah salah satu alasan kenapa meningkat pembayaran. Tapi realitanya kan tidak juga,” ujarnya.

Selaku Deputi Rektor II, Bidang Administrasi Keuangan, Ridwan Hasanuddin, juga angkat bicara mengenai kenaikan pembayaran KKN-E, ia mengungkapkan, uang KKN-E tidak dinaikkan begitu saja, perlu meninjau dulu kebutuhan dan lokasi peserta KKN-E.

“Kalau itu nanti dikembalikan lagi ke peserta KKN karena kita evaluasi tahun-tahun sebelumnya, angkatan-angkatan sebelumnya. Ternyata minim ki itu biayanya yang di lokasi sehingga ditambahkan kontribusinya. Nah itu lagi dikembalikan ke peserta KKN supaya dananya lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembayaran KKN tersebut memiliki hitungan tersendiri dan sudah dikordinasikan dengan koordinator KKN-E.

“Ada hitung-hitungannya karena itu dikordinasikan dengan koordinator KKN karena dia lebih mengerti lapangan atas dasar rapat kordinasi. Dulunya, di Pangkep sekarang di Barru transportasi semakin jauh, nah inikan ada kordinasi yang pulang balik,” jelasnya. (wil/*)

Editor: Fitriani

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here