Pekan Pertama Pengurusan KRS Online di Unifa

1
760
sumber: google.com

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Memasuki pekan pertama pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) berbasis online di Universitas Fajar (Unifa) hingga Sabtu, 27 Agustus, telah mencapai 199 orang.

Penerapan KRS online merupakan kali pertama di Unifa dan masih dalam tahap percobaan. Untuk itu, pihak kampus juga membuka pelayanan bagi mahasiswa yang ingin mengurus KRS secara manual, karena dikhawatirkan masih ada mahasiswa yang belum paham mengenai pengurusan KRS online.

Dr. Mulyadi Hamid selaku Deputi Rektor I Unifa mengatakan, pihak akademik telah merencanakan penerapan KRS online sekitar satu tahun yang lalu dengan melewati pelbagi hal untuk meningkatkan kualitas sistem. Saat ini merupakan uji implementatif. Segala kesalahan yang terdapat pada penerapan sistem KRS online saat ini dianggap wajar dan akan disempurnakan lagi.

Pihak Electronic Data Center (EDC) telah mengkonfirmasi jika situs website tidak bisa terbuka itu dikarenakan pihak EDC me-nonaktifkannya untuk sementara waktu. Sehubungan dengan adanya penambahan atau perbaikan pada tampilan website, dan bukan karena bermasalah pada sistemnya.

“Sampai saat ini, tidak ada masalah dengan sistemnya, cuman biasa kita non-aktifkan untuk sementara waktu, karena ada perbaikan dan penambahan item ditampilan webnya. Seperti sekarang, ini lagi diperbaiki, tapi tidak dinon-aktifkanji kali ini,” Jelas Akmal Hidayat pihak pengelola EDC Unifa.

Melalui E-Sistemik, mahasiswa dapat melihat dan mencetak Kartu Hasil Studi (KHS), melihat jadwal tahun ajaran aktif, dan mahasiswa dapat mengajukan KRS pada tahun ajaran aktif.

Melita Thila mahasiswi yang telah mengurus KRS, mengapresiasi pihak akademik yang telah menerapkan sistem KRS online di Unifa. Menurutnya, pengurusan KRS melalui jalur online mudah dan praktis. Meski demikian mahasiswi Teknik Arsitektur ini menyayangkan tidak adanya akademik rekor untuk mahasiswa, situs website yang tersedia hanya menampilkan akademik rekor untuk dosen.

“Mungkin dibagian websitenya bisa lebih diperbaiki, dan juga untuk dosen kan munculki seperti halnya akademik rekor, sedangkan untuk mahasiswa tidak ada. Seharusnya untuk mahasiswa juga ada,” Jelas Melita.

Pihak akademik berencana tidak hanya pengurusan KRS yang dapat dilakukan melalui jalur online, segala hal terkait akademik juga dapat diakses mahasiswa dengan mudah melalui internet.

“Semua urusan akademik, mahasiswa untuk melihat nilai saja langsung lewat gadget. Karena awal tahun 2017 itu kita sudah akan mengajukan akreditasi institusi, salah satu yang paling penting dalam penilaian akreditasi adalah penerapan teknologi informasi. Jadi kedepannya, kami berharap komunikasi antara akademik dan mahasiswa sudah dapat melalui internet,” ungkap Mulyadi Hamid yang ditemui di rektorat.

Penulis: Siti Suhartina
Editor: Axel Layuk
Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here