Mobile Legends: Latih Kelincahan dan Kekompakan

0
46
Int

KERTASONLINE.COM — Game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) kini jadi favorit mahasiswa Universitas Fajar (Unifa). Salah satunya Mobile Legends: Bang Bang. Kenapa sih game yang satu ini jadi favorit? Biar lebih update, yuuk simak ulasannya.

Mobile Legends dikembangkan oleh Moonton dan meluncur pertama kali pada 2016 lalu. Game ini mengajak pemainnya untuk saling bertarung bersama tim masing-masing dalam satu peta yang real-time.

Orang yang memainkan game ini pun berasal pelbagai kalangan. Mulai dari muda sampai yang tua. Tak hanya laki-laki, perempuan juga banyak yang memainkannya.

Tahu gak sih? Game MOBA yang satu ini tak hanya sebuah permainan. Namun, bisa mengasah kelincahan dan kekompakan para pemainnya. Kesabaran juga diuji jika memainkan game ini.

Mahasiswi program studi (prodi) Akuntansi S1, Mukrimayanti Aras, awalnya hanya coba-coba memainkan game ini. Namun, setelah mecoba, ia justru kepincut keseruan bermain Mobile Legends.

Menurutnya, meski merupakan kaum hawa, bukan menjadi persoalan untuk memainkan game ini. Kata dia, game yang satu ini bisa mengajarkan bagaimana menjalin sebuah kerja sama.

“Mobile Lagends kan ada yang namanya tim, jadi ada kerja sama tim di dalam. Ceritanya kan dia perang untuk menjaga kawasannya, nah di situ serunya ada kerja samanya,” cuap mahasiswi berhijab itu.

Kalau mahasiswa yang satu ini, Macmoor Nanring, mengaku memang gemar bermain Mobile Legends. Bagi dia, bermain game merupakan sesuatu yang wajib dilakukannya. Tetapi tetap harus mengondisikan waktu.

“Dalam sehari saya tidak bisa kalau tidak main, pasti pernah main. Dalam satu hari itu kadang pagi main, siang main, sampai tengah malam juga main. Tetapi diselip-selipkan dengan kegiatan kalau ada waktu kosong,” kata mahasiswa Teknik Elektro itu.

Beda lagi dengan Mulaidi Rahman, mahasiswa yang satu ini menilai bermain game MOBA hanya membuang-buang waktu. Menurutnya, waktu kosong bisa lebih dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan lain selain bermain game.

“Jadi tempatkan memang mi waktunya teman-teman ketika bermain game. Kalau bisa betul-betul waktu yang kosong pi. Jadi efektifkan waktu dalam bermain game, karena game hanya selingan,” kata dia. (tik)

*Terbitan Tabloid Kertas Edisi 12 | AGUSTUS 2018

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here