KERTASONLINE.COM – Melihat kondisi di daerah perkotaan yang semakin minim akan lahan hijau, Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Arsitektur (BE-HMTA) Universitas Fajar (Unifa) mencoba memberikan pemahaman mengenai hal itu melalui seminar nasional yang digelar di Phinisi Point Mall Atrium Shibuya And Tokyo, Kamis, 3 Mei.

“Sebenarnya kami mengangkat ini green building for the next generation itu melihat situasi sekarang itu memang kayak kurang lahan terbuka hijau, makanya kami memberikan tema seperti itu agar teman-teman semua memahami secara dasar bagaimana itu green building arsitek, bagaimana pentingnya, bagaimana harusnya memang dilaksanakan,” jelas Ketua Panitia, Fadel Aswad

Kegiatan yang merupakan bagian dari konten acara dari Archipreneurcorner V yang bertemakan “Green Building For The Next Generation” itu diakui Pemateri, Anddys Firstany penting untuk diketahui masyarakat khususnya mahasiswa arsitektur.

“Kalau saya penting yah, jadi semua harus punya bekal untuk wawasan green building  supaya dalam mendesain itu mereka punya wawasan lingkungan dalam mendesain, jadi terarah,” ungkapnya yang ditemui usai membawakan materi.

Tidak sampai disitu, ia juga mengatakan bahwa mereka yang berada di bidang arsitek kini semakin dimudahkan dengan adanya teknologi digital saat ini.

“Jadi digital itu juga ada efek negatif dan positifnya, tapi kemudahan juga semakin banyak seperti building information technology itu bisa dipake untuk memudahkan error tidaknya sebuah desain, kemudian kolaborasi antara satu arsitek dengan arsitek lain itu juga dimudahkan,” tambahnya.

Diakhir wawancara dengan reporter kertasonline.com, ia berpesan kepada mahasiswa arsitektur di Unifa agar terus belajar dan berkarya sebanyak mungkin untuk nantinya bisa memberi manfaat bagi orang banyak.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here