Meski Tertunda, UKM Pers Tetap Jalankan Dialog

0
198

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Universitas Fajar (Unifa) menggelar dialog kemahasiswaan bertajuk “BEM: Rekonstruksi atau Dekonstruksi” Rabu 15 Juni. Kegiatan tersebut sempat tertunda karena tidak hadirnya beberapa narasumber yang akan menjadi pembicara. Namun setelah menunggu sekira dua jam, dialog kemudian di buka dengan beberapa pertimbangan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Tabloid Kertas edisi sembilan yang membahas mengenai karut marutnya lembaga kemahasiswaan pada maret lalu. Dialog yang di mulai sekira pukul 15.20 Wita tersebut bertujuan untuk menyadarkan mahasiswa akan pentingnya organisasi kemahasiswaan intra Perguruan Tinggi yang menaungi semua aktivitas kemahasiswaan.

Pada awalnya dialog tersebut akan menghadirkan Deputi Rektor Tiga bidang kemahasiswaan, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pertama di tahun 2008, ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik, dan ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial. Namun dari keempat narasumber, dua diantaranya (Ketua BEM pertama dan ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik) tidak dapat hadir dalam dialog.

Sebagai gantinya, UKM Pers memanggil Aditya Pratama selaku ketua BEM terakhir pada tahun 2014 untuk menjadi pembicara dalam dialog. Ketua UKM Pers Arief Bobhil Paliling berharap, “Dengan diadakannya dialog ini mudah-mudahan kedua fakultas bisa melakukan rekonsiliasi, bisa menyatu, berkomunikasi dengan baik karena persoalan yang muncul, dan persoalan ini selesai oleh kedua fakultas’’.

Sampai saat ini, pihak UKM Pers masih mencoba mengklarifikasi ketidak hadiran ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik. Pasalnya, surat balasan konfirmasi ketidak hadirannya baru di terima pihak UKM sekira pukul 14.30 Wita. Sebelumnya, ketua BEM pertama telah mengonfirmasi ketidak hadirannya 30 menit sebelum kegiatan di mulai.

Penulis                 : Widyaningsih
Editor                    : Andi Nur Isman Sofyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here