Mahasiswa Tuntut Potongan Hingga Pembebasan Biaya Kuliah, Begini Kata Rektor Unifa

0
288

KERTASONLINE.COM – Akibat pendemi covid-19 seluruh universitas diharuskan memberlakukan sistem kuliah online. Namun hal itu justru menuai pelbagai kritik dan keluhan dari mahasiswa.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, sebagian besar mahasiswa meminta adanya potongan sebesar 50% hingga menuntut pembebasan biaya kuliah selama pandemi. Mengenai hal itu, Universitas Fajar (Unifa) telah memberikan potongan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) sebesar 10%.

Salah satunya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Muhammad Mifta berharap, seharusnya kampus memberi potongan 50%. Selain itu, Ia juga menilai, kuliah online yang dijalani selama pandemi tidak setimpal dengan apa yang harus dibayar.

“Jelas-jelas tidak setimpal, saya berasa kuliah di dua kampus yang berbeda sekaligus, dengan beban yang dua kali lipat, sedangkan hanya mendapat 10% potongan. Nda ada kudapat selama kuliah online, habis kuota ji, apa lagi dengan Unifa yang kaget dengan fasilitas belajar mengajar kayak gini,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengaku potongan 10% itu masih sangat kurang. “Apalagi dengan saya yang biaya kuliah setengah-setengah sama orang tua, sedangkan nda kerjama, merasa sangat kurang. Entahlah kampus mengeluarkan kebijakan pemotongan 10% karena peka terhadap ekonomi mahasiswa atau emang sekedar mengikuti keputusan kampus lain biar dibilang ada keringanan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Rektor Unifa, Mulyadi Hamid, mengungkapkan, sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tentu tidak mungkin menggratiskan BPP. Sebab, kata dia, PTS itu sumber pembiayaannya dari uang kuliah mahasiswa.

“Kita sudah hitung dengan cermat, mempertimbangkan kondisi ekonomi selama covid, juga mempertimbangkan kebutuhan biaya operasional kampus. Kami sudah memutuskan untuk mengurangi uang kuliah semester ini sebesar 10%. Itulah yang menurut kita wajar untuk kita berikan,” ungkapnya, saat diwawancara via Whatsapp, Selasa, 16 Juni lalu.

Senada dengan itu, Deputi Rektor II, Bidang Administrasi Keuangan, Ridwan Hasanuddin, mengatakan, bantuan potongan 10% tersebut, telah dipertimbangkan dari beberapa aspek. “Kami menganggap besaran itu sudah wajar untuk Unifa,” imbuhnya.

Sementara itu, adapun kebijakan dari DR II untuk semester ini yakni, seluruh mahasiswa berhak untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Maka dari itu, bagi mahasiswa yang tidak dapat melunasi BPP tetap akan diikutkan pada UAS.

“Kalau yang sempat melapor dipersilakan, yang belum sempat, boleh setelah final baru melapor. Karena kewajiban semester ini. Nanti akan dievaluasi kembali menjelang Pengisian KRS semester Ganjil 2020/2021,” ujar Dinar, selaku Kepala Biro Keuangan.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here