Mahasiswa Tolak Kehadiran Organda di Unifa, Begini Alasannya

0
1314
Tampak poster yang dapat dijumpai di beberapa titik di Universitas Fajar (Unifa).

KERTASONLINE.COM — Belakangan ini, Universitas Fajar (Unifa) sedang digegerkan dengan kehadiran Organisasi Daerah (Organda) di kampus biru. Tak pelak beberapa kalangan mahasiswa dengan tegas menyatakan penolakannya.

Salah satu penolakan itu datang dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Didiet Ariadi Hasta. Ia dengan tegas menyatakan penolakannya. Alasannya, ada tradisi yang harus tetap dijaga di Unifa.Yakni organda memang terkesan tak dibolehkan para pendahulu.

“Tradisi di kampus kita sendiri, bahwa dari turun temurun seniornya kita kan memang sudah melarang keras bahwa di Unifa itu ada Organda. Jadi untuk kita-kita ini contoh seperti saya mahasiswa lama kita masih pegang teguh itu,” tegas Didiet.

Selain itu, ia juga menambahkan, bukan karena tidak menghargai komunitas yang mengangkat budaya daerahnya. Tapi tradisi tetap harus dijaga.

“Jadi untuk regenerasi muda, mungkin kalau misalnya mau buat Organda atau apa begitu. Pokoknya yang berbau tentang daerah masing-masing mungkin bisa di luar tapi kalau masih di dalam kampus kita masih pegang tradisi-tradisi di sini dan tradisi itu harus tetap
kita pegang,” imbuh mahasiswa angkatan 2012 tersebut.

Serupa dengan Didiet, Mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2013, Asrul Arafah juga menyatakan, adanya kultur yang harus tetap dipertahankan dan dengan alasan apapun ia tidak menerima Organda.

“Karena kita bicara manfaat organisasi, luar biasa manfaat organisasi. Hanya saja kultur-kultur yang senior kita bangun itu adalah kultur yang baik dan benar, artinya ini bukan mengeneralisasikan bahwa organda itu tidak baik. hanya saja kita bisa nongkrong bersama
walaupun tanpa organda, untuk apa ada organda kalau sudah kayak seperti keluarga kita bergaul,” kata Asrul, Senin, 9 April di Pelataran Unifa.

Di lain sisi, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial (Sema FEIS), Jay Hariandi justru enggan berkomentar. Dikarenakan ingin lebih fokus pada masalah internal.

Namun, lain halnya dengan Ketua Sema FEIS, Ketua Senat Mahasiwa Fakultas Teknik (Sema FT), Faisal turut berkomentar. Ia berdalih, Konsep Organda yang ruang lingkupnya eksternal bertolak belakang dengan lembaga di dalam kampus.

“Kalau kegiatan maupun konsep yang dia bawa ke dalam kampus itu pasti akan bertolak belakang dengan lembaga internal, nah biasa terjadi konflik sedikit, entah dari masalah pribadi maupun kelompok. Jadi kami dari Fakultas Teknik tidak setuju mengenai organda,
karena dilihat dari kampus luar, banyak yang kejadian masalah konflik organda,” pungkasnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here