Mahasiswa KKN-PPM Unifa Ajak Masyarakat Tingkatkan Perekonomian Desa Bentenge

0
233
Beberapa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Fajar (Unifa) pada saat sesi tanya jawab dalam seminar Program Kerja dengan masyarakat setempat Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, di Kantor Desa Benteng, Sabtu, 18 Agustus.

KERTASONLINE.COM – Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan X Universitas Fajar (Unifa) di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Peserta KKN-PPM tersebut memutuskan untuk melakukan peningkatan perekonomian masyarakat Desa Bentenge.

Untuk itu, melalui seminar program kerja (Proker) yang digelarnya, Sabtu, 18 Agustus di Kantor Desa Bentenge, mereka kemudian memaparkan keempat program kerja (Proker) yang lebih difokuskan pada pengembangan potensi Sumber Daya Alam (SDA) kopi dan pelatihan perbengkelan kepada masyarakat sekitar.

Koordinator Desa KKN-PPM Unifa, Andi Muhammad Reza, mengatakan, hal itu dilakukan guna membantu warga agar biji kopi yang dihasilkan dapat berkualitas sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

“Terkhusus di Desa Bentenge banyak pale kebun kopi di sini. Terus dilihat dari cara pembudidayaannya kurang maksimal, makanya masih kurang peminatnya sehingga dibeli dengan harga yang relatif murah,” beber Boy, sapaan akrabnya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Kecamatan KKN-PPM Unifa, Mustaqiem Nur, mengakui Proker dari posko Desa Bentenge bisa menunjang perekonomian masyarakat.

“Dari empat Proker yang diusung teman-teman, saya harapkan bisa saling bersinergi dengan kalangan masyarakat. Dalam artian, masyarakat juga terkesan dengan hasil-hasil yang kita akan capai di sini dan dapat menumbuh kembangkan potensi-potensi di Desa Bentenge,” gamblangnya.

Tidak hanya itu, salah satu warga Desa Bentenge yang hadir dalam seminar, Mihrah mendukung penuh Proker terkait penyuluhan budidaya kopi. Sebab, kata dia, masyarakat di Desa Bentenge begitu memerlukan pemahaman lebih lanjut mengenai biji kopi yang layak panen sehingga memperoleh kualitas yang bagus.

“Kalau di sini toh biasanya kan masalah kualitasnya karena kita kan biasanya kalau petik kopi biasa masih hijau langsung dipetik. Padahal itu bisa mempengarahui kualitas kopi yang dihasilkan. Cuman karena kita bolak-balik ke kebun capek juga toh makanya langsung dipetik saja semua,” ucap Mihrah.

Di lain sisi, berbeda dengan Mihrah, Sudur yang juga masyarakat Desa Bentenge, mengungkapkan, meski Proker yang dipaparkan terbilang sedikit, namun menurutnya hal terpenting yakni bagaimana Proker tersebut bisa terlaksana dengan baik.

“Seperti yang saya bilang tadi tidak perlu terlalu banyak program kerja yang penting program tersebut terlaksana dengan baik dan memuaskan masyarakat itu saja,” ungkap Sudur usai seminar.

Senada dengan Sudur, Supervisor KKN-PPM Unifa, Irwan Paserangi, turut berharap, Proker tersebut bisa berdampak bagi masyarakat Desa Bentenge.

“Biar sedikit program kerja yang penting efeknya terasa artinya bukan sifatnya general ke warga tetapi beberapa warga tertentu bisa dibina, mungkin di pengelasan dan terutama SDA kopi untuk dikembangkan dan di promosikan,” tutupnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here