KPP Madya Makassar: Berwirausaha Harus Siap Taati Aturan Pemerintah

0
393
Salah satu pemateri dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Makassar, Andi Abdul Aziz, saat sedang memaparkan materinya dalam seminar bertema "Let's Be Smart to Be Entreprenuer", Sabtu, 5 Februari, di Go-Food Festival.

KERTASONLINE.COM – Berangkat dari pemenuhan tugas final, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Fajar (Unifa) menggelar seminar bertema “Let’s Be Smart to Be Entreprenuer”, Sabtu, 5 Februari, di Go-Food Festival.

Salah satu pemateri seminar dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Makassar, Andi Abdul Aziz, mengungkapkan, sebelum membuka sebuah usaha, tentu harus siap dengan aturan pemerintah, terlebih dalam hal pajak.

“Ketika penghasilan atau omzet sudah melewati batasan itu tentu harus ada konsekuensi dalam pembayaran pajak, tapi sekali lagi pembayaran pajak yang bayarkan nanti akan sangat tergantung dengan omzet yang dihasilkan, kalau penghasilannya besar tentu pajaknya juga besar,” jelasnya.

Saat ini pemerintah telah menurunkan tarif pajak untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi 0,5 persen. Hal itu, kata Aziz, dapat memudahkan pelaku usaha baik dari segi pembayaran hingga pelaporannya.

“Pemerintah memberikan fasilitas cukup 0,5 persen. Itu sangat sederhana pembayaran pajak dan pelaporannya, sudah bayar itu sudah dianggap lapor, itu sekarang pembayaran pajak bisa lewat ATM, internet E-Banking, semua sudah bisa digunakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) PT Sulsel, Yuspratman Yunus, menyebut, berdasarkan survei yang dilakukan, minat mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha terbilang minim.

“Mahasiswa 83 persen menjawab bahwa ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau karyawan, lima persen politisi, empat persen pengusaha,” ungkapnya saat membawakan materi. (byg/*)

Editor: Yustika Jauhari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here