Koordinator KKN-E : Penarikan Peserta Dipercepat, Hanya Wacana

0
122
Ilustrasi (Sumber Foto : google.com)

KERTASONLINE.COM – Penarikan peserta KKN-E angkatan VIII yang katanya akan dipercepat dua hari dari rencana awal, ternyata hanya sekadar wacana. Pasalnya, program kerja yang diperkirakan akan rampung tanggal 18 September itu, dibantah oleh salah satu koordinator kecamatan KKN-E.

Menurut informasi yang didapatkan dari Koordinator KKN-E, Muhammad Yusuf Ali, ia menerangkan bahwa pihaknya memang sudah menargetkan tanggal 18 September akan dilakukan penarikan peserta, namun ketika kembali meninjau ke lokasi KKN-E, ternyata masih ada program kerja yang perlu di selesaikan hingga 19 September mendatang.

“Sebenarnya tanggal 18 September itu baru wacana, untuk kemudian kami ingin sampaikan ke supervisor dengan kesiapan apakah sudah dilaksanakan program kerja disemua Desa dan kecamatan, kalau sudah semua maka kita tarik tanggal 18. Tapi ternyata dilapangan kita ketemu dengan stakeholder, ketemu dengan masyarakat mengatakan bahwa ternyata anak-anak yang KKN ini masih dibutuhkan disana. Makanya kami menyimpulkan bahwa penarikan tetap dilakukan tanggal 20 September,” terang Yusuf.

Terkait hal tersebut, Ian Alfrani, Koordinator Kecamatan Marioriawa turut angkat bicara. Ia mengatakan kalau semua Koordinator Kecamatan KKN-E yang sempat melakukan pembicaraan dengan Koordinator KKN-E sepakat agar penarikan peserta tidak dimajukan.

“Kami dari koordinator memang sepakat untuk penarikan itu tidak dimajukan dikarenakan masih ada program kerja yang ingin dilaksanakan,” kata Ian.

Sementara itu, Yusuf menuturkan mengenai supervisor yang terlibat dalam KKN-E dan juga ditugaskan untuk Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB), tetap bisa menjalankan tugas ketika PMB serta tidak akan mengganggu kewajibannya sebagai supervisor.

“Kan supervisor itu yang di PMB, ada yang tidak termasuk dalam kepanitiaan, kalaupun kaprodi dia kan ada acara penyambutan tanggal 18 September itu kaprodi sudah bisa ada disitu. Supervisor kan kita sudah kita kasi patokan bahwa mereka harus ke lokasi, mengantar, menghadiri seminar, sidak, penarikan jadi lima inilah yang harus di lewati. Tapi kalau acara pengataran dan seminar Desa atau Kecamatan itu harus datang supervisor supaya mereka melihat apa yang diprogramkan untuk supervisor juga memberikan masukan supaya proker yang dilakukan anak-anak itu terarah dan tepat waktu,” tutupnya.

Editor : Nurparamadina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here