Koordinator KKN Bantah Ada Dana Tambahan

0
250
Ilustrasi (Sumber Foto : google.com)

KERTASONLINE.COM – Koordinator Kuliah Kerja Nyata Entrepreneuer (KKN-E), Muhammad Yusuf Ali, ST., MT membantah adanya dana tambahan untuk mahasiswa KKN angkatan VIII. Menurutnya, dana yang telah diberikan harus dikelolah dengan baik agar dapat tercukupi.

Uang sebanyak 1,5 juta rupiah yang diberikan di tiap posko, kata Yusuf, memang diperuntukkan sebagai biaya hidup selama melaksanakan pengabdian. Selebihnya, mahasiswa dintuntut untuk dapat memperoleh dana tambahan sendiri.

“Itu program kerja diupayakan sifatnya dia mengedukasi. Dalam artian apa, kalau dia sifatnya yang fisik itu, dia harus sharing dana. Kalau dananya adek-adek untuk kita KKN, 1,5 itu peruntukannya adalah biaya hidupnya di sana (Soppeng),” kata Yusuf, siang tadi.

Yusuf menjelaskan, untuk biaya program kerja, mahasiswa harus dapat berinovasi untuk mencari dana tambahan sendiri. Selain itu, Yusuf menuturkan, mahasiswa sebaiknya mencari program kerja yang tidak menggunakan dana besar, seperti pembangunan fisik.

Untuk masalah penganggaran selama KKN, kata Yusuf, perlu ada arahan dari supervisor. Mahasiswa diharapkan dapat berkoordinasi dengan supervisor untuk merancang pengelolaan keuangan mahasiswa KKN.

“Jadi anggarannya 1,5 itu memang setiap posko dia mau pakai untuk konsumsi, kita kembalikan ke kita (mahasiswa). Artinya biaya hidup di sana itu kita bisa lihatmi toh bagaimana. Jadi tidak adami lagi,” ungkap Yusuf.

Koordinator KKN itu juga menambahkan, dana 1,5 juta rupiah itu ada agar mahasiswa KKN terbantu selama 45 hari berada di Sopoeng. “Koordinasi saja sama supervisor,” tutupnya.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here