Kompala Paparkan Hasil Ekspedisi di Tebing Tontonan dan Buntu Tangti

0
166
Penanggung jawab operasi riset, Nur Usman, saat memaparkan hasil Ekspedisi Semut II, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Pecinta Alam (Kompala) Universitas Fajar (Unifa), Sabtu, 24 November, di Gedung Unifa Lantai 2.

KERTASONLINE.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Pencinta Alam (Kompala) Universitas Fajar (Unifa) memaparkan hasil Ekspedisi Semut II, Sabtu, 24 November. Ekspedisi ini dilakukan di tebing Tontonan Enrekang dan Buntu Tangti Toraja.

Ketua ekspedisi, Muhammad Fathullah mengatakan, ekspedisi di dua tebing ini merupakan riset budaya untuk mengetahui kepercayaan masyarakat Enrekang dan Toraja terhadap tebing. Apalagi, kedua tebing itu dahulu dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Ia mengungkapkan, ekspedisi kedua ini dimulai pada 23 September hingga 2 Oktober lalu. Sebelumnya, kata dia, Kompala sudah melakukan ekspedisi pertama di tebing Bambapuang Enrekang.

Penanggung jawab operasi riset, Nur Usman mengatakan, penelitian ini menunjukkan, kepercaayaan masyarakat Toraja terhadap tebing masih ada. Bahkan, tebing dianggap sebagai tempat tertinggi untuk lebih dekat dengan surga.

“Itu terjadi karena pada masa ajaran Aluk Todolo atau Alukta yang sekarang diakui sebagai Agama Hindu oleh pemerintah setempat, dan diyakini sebagian masyarakat Toraja,” ungkapnya saat memaparkan hasil ekspedisi, di Gedung Unifa Lantai 2.

Sementara di Enrekang, masyarakat tidak lagi menggunakan adat tersebut. Hal ini, kata Usman, berubah karena masuknya ajaran Islam yang dibawakan oleh Tominawa yang diperoleh dari Mangkau ri Bone.

“Pada saat itu pelaksanaan pemakaman ataupun penguburan telah kembali seperti semula, di mana dilakukan di dalam tanah sesuai dengan ajaran agama Islam,” imbuhnya.(Aji/*)

Editor: Yustika Jauhari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here