Ketua Panitia PMB Akui Pembentukan Panitia Terkesan Dadakan

0
478
Potret Mahasiswa Baru (Maba) saat berlangsungnya Pra PMB, Sabtu, 16 September di Unifa

KERTASONLINE.COM – Ketua panitia Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Fajar (Unifa) mengakui pembentukan panitia yang dilakukan Rabu, 13 September lalu oleh panitia dari Birokrasi terkesan dadakan.

Pasalnya, panitia yang baru dibentuk tiga hari sebelum Pra PMB tersebut hanya diberikan waktu satu hari untuk persiapan.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Ketua panitia PMB, Syahrir Ardiansyah saat ditemui usai Pra PMB, Sabtu, 16 September kemarin. Menurutnya, waktu yang diberikan untuk persiapan Pra PMB sangat minim hingga terkesan terburu-buru dan dadakan.

“Kalau untuk pembentukan panitia dari mahasiswa itu sendiri, itu persiapannya menurut saya sendiri itu sangat kurang, sangat minim. Karena kenapa, saya dipilih sebagai ketua PMB atau bahkan teman-teman terpilih sebagai struktur panitia PMB itu minim satu hari. Jadi hari sabtu kayak hari ini kan langsung ada Maba,” terang Syahrir.

Sementara itu, ia mengatakan untuk mengatasi kendala, solusi yang dapat  dilakukan yakni langsung membagi jobdesk setiap divisi dalam struktur kepanitiaan PMB.

“Saya tentukan memang seperti hari ini kayak Pra PMB kan, apa-apa yang disiapkan dan apa-apa yang perlu digunakan, itumi dulu yang saya lengkapi,” singkatnya.

Tidak hanya itu, Syahrir juga membeberkan bahwa hingga saat ini panitia masih membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM), mengingat masih ada dua divisi yang memerlukan tambahan panitia.

“Kepanitiaan kebanyakan juga teman-teman kayak perlengkapan, K3 sangat kurang, sangat minim disitu SDM. Perlengkapan 10 orang, K3 8 orang, konsumsi 3 orang, publikasi dan dokumentasi itu 5 orang, acara 43 orang, karena sudah berlangsungnya pra PMB ini mungkin butuh SDM.

Menyakut hal tersebut, Ketua panitia dari Birokrasi, Safaruddin ikut angkat bicara. Ia menjelaskan alasan pembentukan panitia yang terkesan dadakan itu dikarenakan masih banyak mahasiswa yang berlibur di kampung.

“Seperti alasan klasik juga sebagian karena di mahasiswa juga belum sempat terbentuk organisasi yang organic, kemudian waktu kita menyurat banyak juga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang kosong, karena memang lagi masa liburan. Jadi untuk mencari orang yang betul-betul ada itu kurang selama kita mencari,” Jelas Safar.

Editor : Nurparamadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here