KERTASONLINE.COM – Menulis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi seperti saat ini, menulis juga bisa dilakukan dengan menggunakan komputer atau laptop.

Dengan menulis, kreativitas dalam menuangkan gagasan akan semakin terlatih sedikit demi sedikit. Selain itu, dengan menulis otak kita akan melibatkan pikiran, perasaan, khayalan, kemauan serta keyakinan, sehingga dapat dituangkan dalam sebuah tulisan.

Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk memiliki potensi, kecerdasan, semangat yang luar biasa, serta budi pekerti luhur. Memang tidaklah mudah, untuk itu mahasiswa harus benar-benar mengetahui tugasnya sebagai seorang mahasiswa. Budaya menulis merupakan suatu hal yang baik dikembangkan dan dilestarikan untuk menyebarluaskan ide dan gagasan.

Demikian juga yang dikatakan salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Manajemen, Muh Fikran Nugraha. Dia mengaku menulis merupakan suatu hal yang cukup penting di kalangan mahasiswa, khususnya di kampus biru ini. Menurutnya, di Universitas Fajar (Unifa), banyak mahasiswa yang mempunyai potensi menulis, namun tak mempunyai wadah.

“Saya punya beberapa teman-teman yang kerjanya itu cuma menulis-menulis kritikan, poster-poster dan segala macam. Nah Cuma, kurang atau tidak ada yang mewadahi,” beber Fikran.

Minat menulis setiap mahasiswa memang berbeda-beda, ada yang simpatis, ada pula yang apatis. Namun, menurut Fikran, jika kita tidak membudayakan literasi tulis-menulis tersebut, maka boleh jadi kita tidak akan berkembang. “Maka satu-satunya jalan untuk mahasiswa Unifa yaitu silahkan pulang kampung,” sambungnya.

Lain halnya dengan Fikran, mahasiswa Prodi Teknik Elektro, Amjad ini menganggap bahwa literasi menulis itu tidak penting bagi semua mahasiswa. “memang saya orangnya kurang suka menulis, tapi kalau dalam segi bicara saya bisa. Penyebanya itu sudah dari kecil jarang menulis mungkin karena tidak kebiasaan,” pungkasnya.

Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial (FEIS), Dr. Hj. Hadiati, M.Si menilai kebergantungan mahasiswa terhadap media menjadi penyebab kurangnya minat untuk menulis.

“Saya mengamati mungkin semua mahasiswa perguruan tinggi itu kurang, karena mereka ini sangat bergantung pada media. jadi, lebih cenderung pada tidak mandiri, copy-paste, sehingga dia tidak mampu menulis gagasan sendiri,” singkatnya.

Dengan begitu, sudah seharusnya sebagai seorang mahasiswa yang ditutuntut memiliki intelektualitas tinggi, kita harus berperan aktif dalam literasi menulis, yang dapat menginspirasi lewat suatu karya-karyanya. Bukan hanya cuek dan tidak peduli ingin tahu bagaimana pentingnya sebuah tulisan.

*Terbitan Tabloid Kertas Edisi 11
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here