Jelang KKN-E, Calon Peserta Khawatirkan Ini

0
539
Peserta KKN Entrepreneur (KKN-E) angkatan VI saat pelapasan di pelataran Aula. KKN-E angkatan VI dilaksanakan di dua Kecamatan yakni Parangloe dan Tinggimoncong. Dok. Komunikasiunifa
Siti Suhartina A – Widyaningsih | KERTAS

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Entrepreneur (KKN-E) di Kabupaten Maros menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa calon peserta KKN-E.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), KKN-E akan dilaksanakan tepat setelah ujian final.

“Pas setelah final berangkat. Satu setengah bulan (Jangka waktu KKN). Hitungmi sendiri,” singkat Abdul Samad, Ketua LPPM, ketika ditanya mengenai keberangkatan dan kepulangan peserta KKN-E.

Mengingat jarak waktu pengalihan semester dari ganjil ke genap tidak panjang, keterlambatan calon peserta menyelesaikan pembelanjaan KRS masih sangat rawan terjadi. Hal ini akan berimbas pada proses pembelajaran mahasiswa pada semester selanjutnya jika tidak ditangani secara tepat.

“Kita itu KKN pas yang lain sudah masuk kuliah juga atau tidak? Kalau pas yang lain juga sementara kuliahmi, bagaimana kehadiran ta ini yang sementara KKN?,” keluh Natasya Jane, Salah satu calon peserta KKN-E.

Deputi Rektor I, Dr. Mulyadi Hamid saat ditemui, Jumat, 20 Januari menanggapi hal tersebut. Dia mengatakan bahwa segala sesuatu terkait program lembaga telah diperhitungkan dengan baik oleh pihak kampus, sehingga tidak akan ada yang dirugikan, termasuk program KKN-E ini.

Dia juga menjelaskan, beberapa cara mengantisipasi keterlambatan pengurusan KRS bagi calon peserta KKN. Mulai dengan mengurus KRS melalui jalur Online, hingga pemberian dispensasi waktu.

“Yang jelas gini, pulang dari KKN, paling lama satu minggu diberi dispensasi. Lewat dari itu, tidak ada alasan lagi,” kata Mulyadi.

Editor: Andi Nur Isman Sofyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here