Himahi Angkat Budaya Papua di International Day

0
188
Tampak masyarakat Papua tengah asyik menari di acara International Day yang digelar Himpunan Mahasiswa Hubungan International (Himahi) Jumat, 29 Juli.

KERTASONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) Universitas Fajar (Unifa) kembali menyelenggarakan International Day ke-3 yang dibuka oleh Rektor Unifa, Prof. Sadly Abdul Djabar MPA, di Taman Pakui Sayang, Jumat, 29 Juli kemarin.

Acara yang merupakan kegiatan tahunan dari Himahi tersebut mengangkat budaya Papua sebagai bentuk representatif Indonesia kepada pihak luar.

Ketua Himahi, Evan Geovani mengatakan, banyaknya isu-isu diskriminasi dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua melatar belakangi diangkatnya tema yang lebih mengarah ke Indonesia bagian timur.

“Kita harus lihat kondisi Negara kita sendiri.  Kita tahu Papua itu punya banyak kekayaan alam, budaya, tapi kita seakan tak peduliji. Nah, berawal dari itumi kita mencoba merepresentatifkan budaya Papua ke pihak-pihak asing dan pihak luar karena orang luar condong melihat Indonesia yang hanya dari jawa, bali, sumatera. Kita mau kasih lihat sisi lain dari Indonesia yaitu papua,” ujar Evan.

Tidak hanya dihadiri sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Daerah Papua, Sanggar Seni, UNHCR Iom organisasi pengurus imigran di dunia, tetapi Direktur Utama Fajar, Alwi Hamu juga turut hadir dalam acara tersebut.

Berangkat dari kegiatan itu, Evan berharap agar Internasional Day dijadikan bahan evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam penggarapan kegiatan itu, terkhusus untuk mahasiswa Hubungan Internasional.

“Segalanya berhubungan dengan keilmuan jadi yang kami tanamkan sebenarnya bukan hanya bentuk pameran, atau bentuk hiburan, tapi ada sisi bahwa ada tolak ukur dari setiap event yang ada apa input dan outputnya,” singkatnya.

Hal serupa juga dikatakan ketua panitia, Eya. Ia membeberkan kalau dulunya mereka selalu mengangkat budaya dari luar Indonesia. Namun Internasional Day kali ini memilih mengangkat budaya Papua.

“Dan kami juga ingin mengangkat budaya-budaya orang Timur yang seperti kemarin di sidang Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu kita Indonesia ini sudah dituduh pelanggaran HAM terhadap masyarakat Papua,” tandas Eya.

Di lain sisi, beberapa masyarakat Papua yang sempat hadir sangat mengapresiasi Himahi yang telah mengundang mereka ke acara itu.

“Kami khususnya teman-teman Papua juga sangat berterima kasih karena mengundang kita ke event ini dan untuk membawa kita punya nilai-nilai budaya itu sendiri. Saya lebih sepakat kalau dalam event seperti ini kita lebih memperat tali siraturahmi,” terang ega salah satu warga Papua yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Satria. (hel)

Editor : Nurparamadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here