Gelar Penyuluhan Budidaya Kopi, Mahasiswa KKN-PPM Unifa Lakukan Praktek Langsung

0
63
Beberapa Masyarakat Desa Bentenge Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros bersama peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Fajar (Unifa) didampingi pemateri penyuluhan budidaya kopi pada saat pembersihan biji kopi dari pasir sebelum dihaluskan, di Mesjid Nurul Da'wa Desa Bentenge, Minggu, 9 September.

KERTASONLINE.COM – Peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Fajar (Unifa) menggelar penyuluhan budidaya kopi untuk warga Desa Bentenge, di Mesjid Nurul Da’wa, Minggu, 9 September.

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja dari mahasiswa KKN-PPM tersebut, disebutkan Koordinator Desa, Andi Muhammad Reza bertujuan memberikan pemahaman dalam pengelolaan kopi yang baik agar nilai jualnya bisa lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bentenge.

“Yang awalnya cuma dengan harga sekitaran 20.000 – 25.000 ribu per kilonya karena warga di sini cuma memikirkan kuantitas bukan kualitas, asal itu bisa menghasilkan uang,” ucap Reza.

Dalam kegiatan tersebut, pemateri penyuluhan, Rio Triputra turut memperlihatkan sampel biji kopi yang layak panen kepada masyarakat Desa Bentenge.

“Mengenai pemeliharaan kopi diupayakan pohon kopi itu bisa bebas dari hama agar hasil panennya berkualitas. Tidak hanya itu saat pembibitan dan penanaman kopi harusnya lebih dekat dengan pohon-pohon yang lebih tinggi karena pohon kopi tidak baik jika terpapar langsung sinar matahari,” tambahnnya.

Tidak hanya pemberian penjelasan terkait pembudidayaan kopi, tetapi praktek langsung mulai dari penggorengan biji kopi hingga siap minum pun dilakukan bersama masyarakat.

Selain itu, ia menginginkan agar kopi Bentenge juga punya aroma khas beserta brand tersendiri.

“Mudah-mudahan bapak dan ibu bisa terima apa yang sudah saya sampaikan, saya hanya ingin supaya kopi yang dihasilkan bisa dibeli dengan harga yang mahal,” ungkap pemilik kedai Blue Orcid itu.

Sementara itu, Penanggungjawab program kerja, Muhammad Fiqran, mengatakan, menjelang penarikan Peserta KKN akan dimanfaatkan untuk tetap memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait pemeliharaan kopi yang tepat.

“Kita gunakan waktu sebaik mungkin dan tidak memutuskan hubungan dengan masyarakat Bentenge karena kita yakin kopi Desa Bentenge dapat memiliki kemasan dan terjual di pasaran,” jelas mahasiswa Program Studi Manajemen itu.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here