Penulis: Muhammad Fazril Al-zanni – Sri Aida Sanggar Wati

KERTASONLINE.COM – PT Fajar Utama Makassar Perkasa (FUMP) mendapat kecaman terkait perlakuannya terhadap sekuriti di lingkup Universitas Fajar (Unifa) dan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Nitro, Kamis, 17 Januari.

Kecaman tersebut datang dari Tim Advokasi Eksternal Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) dan Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) saat melakukan demonstrasi di depan kampus. Mereka menuntut agar seluruh karyawan di FUMP bisa mendapat haknya sesuai peraturan perundang-undangan.

Sekadar diketahui, FUMP merupakan pihak ketiga yang berfungsi sebagai pengelola, pemeliharaan dan penataan di Unifa dan STIM Nitro.

Ketua FSPBI, Riswanda menuturkan, sebelumnya, mereka telah malakukan pertemuan bersama FUMP terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) karyawan yang tidak sesuai. Namun, kata dia, dari pertemuan tersebut FUMP belum bisa mengeluarkan keputusan.

“Tidak ada hasil dari perundingan yang dilakukan kemarin terkait dengan puluhan sekuriti yang bekerja di perusahaan ini, tidak mendapatkan upah minimun provinsi dan BPJS,” terangnya.

Ia menegaskan, jika setelah aksi ini FUMP belum juga merespons tuntutan tersebut, maka mereka dan seluruh sekuriti yang bekerja di perusahaan itu akan kembali melakukan aksi serupa.

“Kita tunggu hasil perundingan dahulu. Masa perusahaan seperti Fajar Grup tidak menjalankan upah minimum provinsi,” ketusnya.

Direktur Operasional PT FUMP, Arni Rasyid, saat ditemui di ruangannya, enggan berkomentar terkait kasus ini. Kata dia, masalah ini sudah diselesaikan.

“Sudahmi, itu sudah selesai,” singkatnya.

Editor: Yustika Jauhari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here