FUMP Kenakan Biaya Tambahan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Ini Putuskan Berhenti Berjualan

0
361
Tampak, gerobak telur gulung, di Kantin Unifa lantai dua.

KERTASONLINE.COM – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi yang akrab disapa Fatur, kini telah memutuskan berhenti berjualan telur gulung di kantin Universitas Fajar (Unifa) lantai dua, Sabtu, 4 Mei .

Awal berjualan, ia sepakat dengan potongan 25 persen yang dibayarnya selama berdagang. Namun, belakangan ada biaya tambahan seperti pembayaran listrik yang dikenakan oleh PT Fajar Utama Makassar Perkasa (FUMP) untuk semua penjual di kantin tersebut.

Selain itu, Fatur menyebutkan karena berada dalam lingkup pendidikan, FUMP sebenarnya tidak wajib membayar pajak ke pemerintah.

“Harusnya dikenakan pajak oleh pemerintah 10% tapi karena mereka berada di dalam lingkup yayasan, itu tidak wajib,” ungkapnya dalam orasinya, Kamis lalu.

Ia mengaku, hal tersebut tidak adil bagi semua penjual di kantin Unifa.

“Oke kita bagi hasil 25 persen, saya kira itu sudah dibayar pajaknya ke pemerintah tapi ternyata tidak, makanya saya berhenti berjualan di kantin kampus Unifa,” ujarnya. (saf/*)

Editor: Fitriani

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here