DR III: Manfaatkan Era Digitalisasi dengan Positif

0
150
Dr. Nur Khaerat Nur S.T.,M.T (Dokumen Kertas)

KERTASONLINE.COM – Dunia sudah semakin ‘Mendigital’. Tak ada lagi cela untuk menolak kehadiran era digitalisasi. Bila tidak memulai berubah bersama tegnologi, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, Tim Redaksi melakukan wawancara khusus bersama Deputi Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nur Khaerat Nur S.T.,M.T.

Bagaimana pandangan Anda mengenai era digitalisasi saat ini?

Era digitalisasi itu adalah keniscayaan, perkembangan zaman. Zaman ini kan sudah masuk ke teknologi informasi. Di mana-mana orang membutuhkan yang namanya tegnologi informasi yang diwakili salah satunya hanphone atau gadget. Teknologi informasi ini kan bisa mengetahui sumber informasi yang begitu cepat. Apa yang diketahui dibelahan dunia lain, orang sepersekian detik saja orang bisa tahu. Tetapi dengan kemajuan teknologi informasi ini juga bukan berarti tidak memiliki dampak, konsekuensi. Jelas sangat besar dampaknya.

Menurut Anda, apa pengaruh digitalisasi bagi mahasiswa?

Pengaruhnya sangat besar sekali saya kira untuk kemajuan mahasiswa Unifa untuk misalnya mendapatkan informasi dan ilmu, itu sangat positif lewat teknologi informasi ini. Tetapi di sisi lain salah satunya juga lewat teknologi informasi ini untuk mendapatkan informasi harus bisa mampu untuk memfilter secara baik. Mana yang informasi yang baik, yang layak, yang positif untuk kebutuhan kita, perkembangan kualitas kita, mana yang tidak baik, yang tidak positif, yang tidak ada kaitannya dengan tujuan untuk bagaimana mengembangkan nilai intelektual kita, ya singkirkan. Nah menyangkut juga aspek budaya kita, orang ini kan sudah bebas. Apakah sesuai dengan budaya kita atau tidak, perkembangan dunia informasi sangat pesat untuk mempengaruhi itu, merubah cara berpikir dan cara pandang orang juga.

Apakah dengan era ini, produktivitas mahasiswa akan menurun?

Harusnya bisa menigkat, karna ini kan masalah kebudayaan. Dulu orang untuk mendapatkan informasi itu kan sangat sulit, harus berjalan dengan adanya ruang dan waktu yang berbeda untuk menempuh itu sangat jauh, membetuhkan sebuah waktu yang lama. Tapi sekarang kan tidak harus orang menuju ke tempat tersebut, itu sudah bisa mengetahui apa yang terjadi secara factual. Bukan hanya informasi saja, apa yang didengar, tetapi orang bisa melihat secara langsung realitas yang terjadi di situ. Cuman ya konsekuensinya juga kan ada hal yang ternyata hoax, bisa saja hoax. Makanya saya sampaikan tadi kita harus berhati-hati. Rupanya seiring dengan kemajuan teknologi ini, di sisi lain juga adanya hal yang negative apabila kita tidak mampu untuk memfilter hal tersebut.

Menurut Anda, bagaimana seharusnya mahasiswa menghadapi era seperti ini?

Ya sikapi dengan baik mengikuti tren yang ada, tetapi tidak melepas juga kaidah-kaidah yang ada, khususnya dari mahasiswa yang intelek. Kita ini kan, kampus ini adalah masyarakat intelek, harus bisa memilah mana yang betul-betul baik dan mana yang tidak dan juga harus hati-hati karena banyak informasi-informasi yang sifatnya hoax apalagi di sosial media. Sosial media ini kan orang rebut biasanya hanya gara-gara informasi yang ternyata belum diketahui betul atau tidaknya informasi tersebut.

Jika berkaca ke Unifa, apakah mahasiswa sudah siap menghadapi era ini?

Anak-anak sekarang kan pada umumnya, jangankan anak yang sudah mahasiswa, anak yang masih balita saja ini kan sudah main hp. Anak saya saja sudah main hp, sudah pintar yang umurnya baru tiga tahun. Apalagi kalau seorang mahasiswa, seorang mahasiswa kan tingkatannya kan lebih tinggi dan harusnya bisa karena ini adalh tuntutan zaman. Zaman lah yang membuat hal tersebut seperti itu. Kita harus bisa menyesuaikan. Tinggal bagaimana menjaga diri Anda dalam perkembangan teknologi itu.

Apakah harapan Anda untuk mahasiswa, khususnya Unifa dalam menjalani era digitalisasi?

Era digitalisai harusnya bisa direpon dengan baik bahwa ini yang mempermudah aktivitas kita. Untuk itu maka kita harus bisa mengapresiasi perkembangan teknologi yang tiap tahun, tiap saat itu selelau berubah-berubah. Karena adanya inovasi, kreatifitas di situ, maka kita harapkan bahwa adek-adek mahasiswa Unifa juga harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sesuai dengan tagline perguruan tinggi ini adalah kampus entrepreneur. Di mana entrepreneur itu adalah bagaimana menciptakan manusia yang kreatif, inovatif, mandiri. Seperti itu pula perkembangan digital sekarang, mahasiswa Unifa harus bisa menyesuaikan itu, bagaimana bisa melahirkan nilai-nilai inovasi, keraitf dan mandiri itu.

*Terbitan Tabloid Kertas Edisi 11
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here